PALU – Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Monalisa Herawati Rumayar, menutup kegiatan pelatihan sekaligus peluncuran program “Kita Tangguh – Perempuan Tangguh” yang berfokus pada kesiapsiagaan dan mitigasi bencana bagi perempuan, Selasa (20/01), di salah satu hotel di Kota Palu.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh perwakilan dari sembilan desa di Kabupaten Sigi. Peserta terdiri atas aparat desa, perwakilan karang taruna, kelompok perempuan, serta Kelompok Siaga Bencana.

Program pelatihan dan penguatan kapasitas ini merupakan bagian dari pelatihan fasilitator “Kita Tangguh” yang digagas Kemenko PMK untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam menghadapi kebencanaan.

“Melalui pertemuan ini, peserta diharapkan memahami tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana, maupun pada tahap pascabencana,” kata Monalisa Herawati Rumayar.

Kegiatan tersebut juga melibatkan UN Women, Kemendikbudristek, serta salah satu organisasi non-pemerintah (NGO). Kolaborasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih luas, sekaligus membangun seruan dan gerakan bersama untuk memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan dalam mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan bencana.

Selain edukasi dan pelatihan, program ini juga mendorong keterlibatan perempuan dalam pengembangan ekonomi serta kepemimpinan, guna membangun komunitas yang lebih kuat dan sadar bencana melalui kolaborasi multisektor.

Sementara itu, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Ida Manaf, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai mendorong keterlibatan perempuan dalam pemahaman mitigasi kebencanaan.

“Kegiatan ini sangat baik. Ke depan, kami berharap keterlibatan perwakilan dari seluruh desa di Kabupaten Sigi dapat diikutsertakan, mengingat Kabupaten Sigi merupakan salah satu daerah di Sulawesi Tengah yang rawan bencana,” ujarnya.