PALU – Universitas Tadulako (Untad) memperkuat langkah internasionalisasinya dengan menggandeng Hainan University (HNU) dalam pengembangan riset dan inovasi berbasis kawasan tropis, khususnya di sektor akuakultur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dilaksanakan bertepatan dengan wisuda ke-136 Untad, Kamis (16/4).
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Aiyen Tjoa, bersama delegasi HNU, Qiu Xiguang, serta disaksikan Rektor Untad, Amar.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pertukaran akademik, tetapi juga diarahkan pada penguatan riset terapan yang berdampak langsung bagi pengembangan sektor perikanan di Sulawesi Tengah.
Salah satu implementasi utama kerja sama ini adalah pengembangan pusat unggulan Tropical Aquaculture Science and Technology Demonstration Centre (TASTDE) yang akan menjadi basis peningkatan kapasitas teknologi dan efisiensi produksi akuakultur, baik laut maupun air tawar.
Selain itu, kedua institusi juga akan membangun International Science and Technology Living Lab (STB) sebagai ruang integrasi antara riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjembatani kebutuhan industri dengan hasil penelitian akademik.
Dalam pengembangannya, riset akan difokuskan pada komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti tiram mutiara, lobster, dan kuda laut untuk sektor kelautan, serta belut untuk perikanan air tawar.
Wakil Rektor Untad, Aiyen Tjoa, mengatakan kerja sama ini membuka peluang luas bagi peningkatan kapasitas akademik, termasuk akses studi lanjut dan kolaborasi riset internasional.
“Kerja sama ini akan memperkuat kompetensi sivitas akademika sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi magister dan doktoral di Hainan University,” ujarnya.
Sementara itu, Qiu Xiguang menilai kesamaan karakteristik wilayah tropis antara Indonesia dan Provinsi Hainan menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi yang saling melengkapi, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.
Rektor Untad, Amar, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam meningkatkan daya saing global sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya alam daerah.
Ia berharap kerja sama tersebut mampu memperkuat jejaring akademik internasional serta mendorong kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pertumbuhan ekonomi berbasis sektor unggulan daerah.

