Kelompok Mamin dan Rokok Masih Menjadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Palu

oleh -
Ilustrasi

PALU – Kepala BPS Kota Palu GA Nasser mengatakan, pada bulan Desember 2023 inflasi year on year (y-on-y) Kota Palu tercatat sebesar 1,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen 117,94. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 5,08 persen dengan IHK 120,82 serta terendah terjadi di Bandung sebesar 0,63 persen dengan IHK 116,16.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau (5,45 persen), kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,16 persen) kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (1,94 persen) kelompok kesehatan (0,04 persen) kelompok transportasi (0,48 persen) kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,14 persen) kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (4,05 persen) kelompok pendidikan (0,25 persen) kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran (1,08 persen) serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (2,12 persen).

“Sebaliknya terjadi penurunan indeks harga pada kelompok kelompok pakaian dan alas kaki 0,34 persen,” ujarnya Kepala BPS Kota Palu GA Nasser dalam rilisnya lewat zoom meeting, Selasa (2/1).

Tingkat Inflasi month to month (m-to-m) Desember 2023 sebesar 0,13 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Desember 2023 sebesar 1,87 persen.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG