SIGI – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sigi, mengambil sikap atas penyampaian oleh Fuad Plered yang telah melakukan penghinaan terhadap tokoh Pendiri Alkhairaat HS Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.
“Kami mengecam keras pernyataan Fuad Plered yang jelas-jelas menghina tokoh besar yang sangat dihormati oleh masyarakat Alkhairaat. Ujaran seperti ini dapat memicu perpecahan dan merusak keharmonisan sosial,” kata Moh Sofyan Ketua FKUB Kabupaten Sigi, Sabtu (29/03).
Fuad Plered kata dia, telah melukai perasaan warga Alkhairaat. Guru Tua, dikenal sebagai sosok ulama kharismatik yang telah berjasa dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia.
“Fuad Plered, kalau kamu kurang literasi dan malas baca terkait sejarah Guru Tua, maka sebaiknya jaga mulut dan sikapmu,” tandasnya.
Sayyid Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) kata Sofyan, sejak mendirikan Alkhairaat pada tahun 1930, telah memfokuskan perhatiannya pada gerakan pendidikan, sosial, dan dakwah. Oleh karena sikap dan ucapan Fuad Plered yang belum menunjukan tanda-tanda berhenti, malah semakin menjadi-jadi dan menunjukan sikap arogan dan sombong.
“Maka kami Pengurus FKUB SIGI dengan ini menyatakan, pertama mengutuk keras penghinaan dan pelecehan terhadap Guru Tua, Sayid Idrus bin Salim Aljufri yang dilakukan oleh Fuad Plered,” katanya.
Kedua, menuntut pihak kepolisian untuk segera menangkap Fuad Plered untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang dia ucapkan. Ketiga, mengultimatum Fuad Plered agar segera berhenti dari ucapan – ucapannya yqng menghina dan melecehkan Guru Tua dan Alkhairaat.
FKUB SIGI mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi. Bahwa Guru Tua dan lembaga Alkhairaat adalah tokoh dan lembaga besar. Bukan level orang seperti Fuad Plered sebagai tandingannya, sehingga perlu dihadapi dengan penuh keadaban dan kesantunan.
”Kita tidak boleh meniru gaya dan perilaku Fuad Plered. Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pernyataan yang tidak bertanggung jawab,” ajaknya.
Selain itu, FKUB juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tegas dalam menangani kasus ini, agar tidak berkembang lebih luas. sikap hormat terhadap tokoh agama dan budaya adalah, bagian dari upaya menjaga keharmonisan dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Adanya insiden ini, FKUB Sigi kembali mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan sikap dalam berpendapat, terutama dalam isu-isu yang berkaitan dengan tokoh agama yang dihormati oleh banyak pihak.
“Mari kita jaga persaudaraan dan kedamaian di negeri ini dengan menghormati satu sama lain,” harapnya.
Reporter: HADY
Editor: NANANG