Kasus Perceraian di Sulteng Peringkat Empat Nasional

oleh -
Ilustrasi

PALU – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berada di peringkat ke empat kasus perceraian tertinggi se Indonesia.

“Berdasarkan data BPS di Sulawesi tengah ini, pernikahan di bawah 20 tahun ranking 5 nasional, Bukan cuma Pernikahan dini. Perceraian di Sulteng juga berada di posisi ke empat nasional,” ungkap Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulteng, Dra. Maria Ernawati,MM tampil talk show, di salah satu radio di Kota Palu. Selasa (10/11).

Dikesempatan itu, wanita yang akrab disapa Bunda Erna itu mengungkapkan, berdasarkan data BPS tingginya angka pernikahan anak di Sulteng, juga menjadi salah satu faktor penyebab tingkat perceraian di Sulteng yang juga masuk sepuluh besar, atau rangking empat.

Kata Erna, melihat kondisi tersebut, BKKBN Sulteng bersama Pemerintah Provinsi Sulteng, lintas sektor terkait,  tokoh agama (Toga), tokoh masyarakat (Toma), Tohoh adat (Todat), dan Forum Generasi berencana (GenRe), telah bersepakat untuk bergerak bersama menangani hal itu, melalui program PATUJUA yang menjadu salah satu program yang memberikan sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), sebagai langkah untuk melakukan tindakan pencegahan.

Sementara Kasubbid Kespro dr. Ocha, mengulas tuntas dari segi Kesehatan menjelaskan, pernikahan dini mengakibatkan resiko kanker serviks.

“Jika berhubungan di bawah umur 18 tahun beresiko kanker serviks, karena usia itu masih memiliki mulut rahim yang masih terbuka keluar. Dari segi kesehatan reproduksi dan psikologi, usia yang siap untuk menikah yakni, 20 sampai 35 tahun,” jelasnya.

Menyambung penjelasan dr. Ocha, Kepala perwakilan BKKBN Sulteng meminta para SKIPERS untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan melalui perencanaan reproduksi yang sehat, dan perluya keterlibatan orang tua dalam memberikan pemahaman kepada remaja terkait Pendewasaan Usia Perkawinan

“Selain resiko kanker, pernikahan dini ancamannya itu perceraian, termasuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT) juga tinggi. Nah itu semua Ring satunya adalah orang tua,” tandasnya. (YAMIN)