Kapolda Sulteng: Belum Tuntasnya DPO MIT Poso, karena Ada Simpatisan

oleh -439 Kali Dilihat
Kiri Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli dan Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Abdul Rahkman Poso Sulteng saat memberikan keterangan pers di Mapolda Sulteng, Senin (26/7). Foto : Ikram

PALU- Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rahkman Baso menyebutkan belum tuntasnya anggota DPO MIT Poso yang diburu, selain medan yang berat hal utama masih adanya simpatisan terhadap DPO MIT.

“Permasalahan mendasar ini bagaimana para simpatisan ini tidak berpihak kepada mereka (DPO MIT) lagi, itu paling utama kalau mau cepat selesai,tidak simpatisan,” kata Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Abdul Rahkman Baso usai menerima kunjungan kerja (Kunker) Kepala BNPT Irjen Boy Rafli di Mapolda Sulteng, Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu, Senin (26/7).

Abdul Rahkman, mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan penegakan hukum operasi Tinombala dan Madagoraya, tapi kalau masih ada simpatisan , yang mendukung gerakan terorisme sebagai suatu kejahatan, ini tak akan selesai.

“Mari bersinergi bergandengan tangan, jangan lagi simpatis terhadap mereka itu, sebab mereka mengingkari NKRI ” Imbaunya.

Abdul Rahkman mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah melaksanakan penegakan hukum, mulai dari soft manusiawi yaitu dengan mengimbau DPO MIT untuk menyerahkan diri, sehingga bisa mengeliminer korban.

Selain itu dari aspek penegakan hukum, tindakan tegas dan terukur juga dilakukan, sebab Negara tidak boleh kalah dengan kejahatan terorisme.

“Meski DPO MIT Poso sisa enam orang, tapi permasalahan belum selesai, seperti adanya pemahaman paham-paham radikalisme,sosial ekonomi, infrastruktur dan banyaknya simpatisan,” ujarnya.

Olehnya, Kapolda Sulteng memohon doa dari seluruh masyarakat Sulteng, dalam waktu dekat ini bisa menuntaskan seluruh sisa DPO MIT Poso.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli mengapresiasi satgas Madagoraya dari 9 DPO MIT Poso, tiga diantaranya bisa dilumpuhkan.

“Tentunya ini prestasi yang layak diapresiasi,” kata Boy Rafli.

Sebab kata Boy Rafli, mereka kelompok membahayakan kehidupan masyarakat. Tentunya kita berharap kedepan operasi Satgas Madagoraya dapat menuntaskan sisa DPO MIT Poso.

Selain itu kata Boy Rafli, pihaknya memiliki program deradikalisasi dan kontraderadikalisasi telah bertahun-tahun dijalankan.

“Kita memiliki beberapa mitra derasikalisai di Poso dan Tentena juga merupakan bagian harus dimaintenance (pemeliharaan) kedepan,” katanya.

Sebab kata Boy Rafli, program deradikalisasi ini program berkelanjutan, terutama kepada para mantan Napiter.

Rep: Ikram/Ed: Nanang