PALU – Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Rendahnya cakupan deteksi dini disebut menjadi faktor utama tingginya angka kematian akibat penyakit tersebut.
Data kesehatan menunjukkan prevalensi kanker di Sulteng mencapai 2,4 persen atau sekitar 8.237 kasus, dengan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Sejumlah laporan bahkan mencatat lonjakan prevalensi dari 0,9 persen menjadi 2,3 persen, seiring meningkatnya jumlah penderita hingga 2025.
Berdasarkan studi di rumah sakit rujukan, kanker payudara tercatat sebagai jenis kanker terbanyak dengan 12,9 persen, disusul leukemia 8,7 persen, dan kanker serviks 8,1 persen.
Meski berada di urutan ketiga dari sisi jumlah kasus, kanker serviks menjadi perhatian serius karena berkontribusi besar terhadap angka kematian perempuan di Sulteng.
Rendahnya deteksi dini memperparah kondisi tersebut. Pemeriksaan kanker serviks pada perempuan usia 30 hingga 50 tahun di Sulteng baru mencapai 8,06 persen. Padahal, deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan penanganan kanker saat menghadiri peringatan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) di halaman Kantor Wali Kota Palu, Sabtu (7/2).
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para dokter dan tenaga kesehatan yang selama ini mendampingi pasien kanker. Menurutnya, dedikasi tenaga medis menjadi pilar utama dalam pelayanan kesehatan sekaligus sumber harapan bagi para pejuang kanker di Sulteng.
Ia menekankan bahwa upaya melawan kanker tidak hanya bertumpu pada pengobatan medis, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, kepatuhan terhadap anjuran dokter, serta kekuatan mental dan semangat hidup pasien.
Pemerintah Provinsi Sulteng, kata dia, terus memperkuat layanan kanker, termasuk operasi dan kemoterapi yang ditanggung melalui Program Berani Sehat.
Saat ini, layanan kanker terpadu telah tersedia melalui Anutapura Care Center di RSUD Anutapura Palu. Peringatan Hari Kanker Sedunia tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan penanganan kanker secara tepat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri dokter spesialis bedah onkologi dr. Yusfitaria Alvina, Sp.B Subsp.Onk(K), para penyintas kanker, serta tenaga medis. Sejumlah penyintas juga membagikan testimoni inspiratif tentang perjuangan mereka melawan kanker.

