PALU – Masjid Raya Baitul Khairaat yang berdiri megah dan telah digunakan untuk aktivitas ibadah akan diresmikan pada Kamis (4/12) nanti sekaligus dirangkaikan dengan Tabligh Akbar menghadirkan dai kondang Prof. Ustadz Abdul Somad.

Masjid raya bergaya arsitektur modern ini juga mengadopsi unsur rumah adat khas Sulawesi Tengah. Pada bagian dalam kubah, tertulis kaligrafi asma Allah berukuran besar menggunakan khat tsulus, serta 99 sifat Allah dengan kaidah khat kufi.

Namun, berdasarkan pantauan Media Alkhairaat ini saat pelaksanaan salat Jumat perdana lalu, terlihat adanya kejanggalan pada penulisan kaligrafi di bagian depan dan di atas imam salat. Kaligrafi tersebut sulit terbaca karena terpasang terbalik. Pemasangan dua kalimat syahadat dengan khat tsulus tampak dimulai dari arah kiri, sehingga tidak sesuai kaidah penulisan Arab ataupun Alquran.

Pengasuh Pondok Pesantren dan Sanggar Seni Kaligrafi Pusat Palu, Ustadz Muhammad Arif, menegaskan bahwa pemasangan atau penulisan kaligrafi Al-Qur’an tidak boleh dilakukan secara terbalik. Menurutnya, kesalahan arah pemasangan menyebabkan kaligrafi sulit dibaca jamaah. Ia pun berpendapat bahwa kaligrafi yang terpasang di masjid tersebut memang keliru.

“Kayaknya salah ditempel jadi terbalik, dan sebaiknya dilepas,” ujar Arif, Ahad (30/12) siang.

Ahli Khat Al-Qur’an di Palu tersebut juga meminta pihak pengelola Masjid Raya Baitul Khairaat untuk segera melakukan perbaikan dengan melibatkan tenaga ahli agar kesalahan serupa tidak terulang.

“Setidaknya melibatkan yang paham supaya tidak terjadi kesalahan pemasangan,” tandasnya.