Kakanwil ke Wabin: Pandemi Bisa Dijadikan Ruang Pembuka Hidayah

oleh -339 Kali Dilihat
Kakanwil Kemenkum HAM Sulteng, Lilik Sugandi memberikan sambutan saat melakukan pertemuan dengan wabin, di Aula Pengayoman Lapas Kelas II A Palu, Rabu (13/05). (FOTO: M. TAUFAN BUSTAN)

PALU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) Sulawesi Tengah menggelar temu sapa terbatas bersama warga binaan (wabin) Lapas Klas II A Palu, di Aula Pengayoman Lapas, Rabu (13/05).

Pada kesempatan itu, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sulteng, Lilik Sujandi berharap kepada para wabin untuk senantiasa meningkatkan kesabaran dan kesyukuran.

Menurutnya, semua orang sepakat bahwa yang namanya hidayah Allah SWT itu tidak bisa dibatasi oleh apapun, termasuk tembok penjara.

“Selama manusia menyukuri nikmat dan hikmah yang diberikan dan yakin Allah maha penolong serta memberikan yang terbaik,” katanya.

Ia pun berharap agar pandemi virus corona atau COVID-19 yang tengah melanda saat ini, bisa dijadikan ruang pembuka hidayah.

“Pasti ada sesuatu keberkahan besar yang dipersiapkan Allah SWT. Sama halnya rejeki yang tidak terputus meski teman-teman berada di dalam penjara. Rejeki pada keluarganya atau ada cerita sukses keluarga yang berada di luar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Lilik meminta kepada para wabin untuk selalu bersyukur dan sabar karena hanya itu yang bisa membuat semuanya tenang.

Dia pun meminta kepada wabin agar membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta menerapkan physical distancing.

“Serta tak kalah penting memperkuat keimanan kita,” katanya.

Sementara itu, Kalapas Klas II Palu, Sudirman Zainuddin, menambahkan, selama pandemi ini, pihaknya rutin melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan.

Selain itu, rutin juga dilakukan pembagian vitamin untuk menambah imun warga binaan.

“Termasuk pembagian masker. Kami juga buatkan tempat cuci tangan. Itulah langkah kami agar tidak ada terjangkit corona di Lapas ini,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihak Lapas juga sudah menyiapkan ruangan isolasi khusus pasien corona.

“Semoga saja sampai corona selesai tidak terisi. Isinya di dalam itu lengkap untuk menangani kalau ada orang yang terjangkit. Bisa menampung lima orang,” tandas Sudirman. (IKRAM)