PALU – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Donggala, Dr. H. Haerollah M. Arief, menjelaskan makna esensi ibadah puasa Ramadan bagaikan lautan indah yang menyimpan jutaan mutiara kemuliaan. Ia mengungkapkan bawha untuk meraih mutiara tersebut diperlukan seperangkat peralatan yang memadai.
“Ibarat seseorang yang menyelam di lautan, semakin banyak alat yang dibawa, semakin banyak mutiara yang diperoleh. Demikian pula dengan ibadah puasa Ramadan, siapa yang ingin meraih kemuliaan dan keagungannya harus melengkapi diri dengan seperangkat ilmu pengetahuan,” kata Dr. H. Haerollah M. Arief, Rabu (25/2) pagi.
Lebih jauh Ia menerangkan, bahwa semakin banyak ilmu yang dikuasai seseorang. Maka kata dia, semakin banyak pula rahasia dan kandungan hikmah Ramadan yang dapat dipahami dan dirasakan. Meski demikian, Haerollah lebih dalam menjelaskan bahwa bekal ilmu pengetahuan saja tidaklah cukup. Ilmu harus dibarengi dengan ketulusan hati dan sikap tawadhu atau rendah hati.
“Perpaduan antara ilmu dan kebersihan hati akan menghadirkan banyak hikmah serta rahasia dari ibadah puasa Ramadan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Ramadan adalah bulan suci yang tidak akan hinggap kecuali pada hati yang bersih. Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk senantiasa memanfaatkan dan membersihkan hati agar mampu menangkap rahasia dan keberkahan yang terkandung dalam bulan suci ini.
“Mari kita bersihkan hati, agar mampu menangkap rahasia kandungan Ramadan,” tandasnya.

