Jembatan Amblas, Jalur Palu-Poso Sempat Lumpuh

oleh -
Suasana jalan amblas sepanjang 4 meter di Desa Maranda, Sabtu (2/5). (Foto: Mansur)

POSO- Sebuah jembatan penghubung yang berada di ruas jalur Trans Sulawesi tepatnya di Desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah amblas atau longsor akibat dihantam banjir pada Sabtu 2 Mei 2020 dini hari.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi pada Sabtu(2/4), jembatan Sungai Samalera dengan panjang sekitar 50 meter merupakan salah satu akses yang menghubungkan antara Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso tersebut, amblas tepat di ujung jembatan, dengan lebar sekitar 4 meter dan kedalaman mencapai 5 meter lebih.

Kondisi longsoran yang cukup lebar sehingga membentuk ruang besar, maka secara otomatis tidak bisa dilewati baik untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Wakil Bupati Poso Syamsuri yang ikut meninjau langsung lokasi, membenarkan amblasnya jembatan Samalera akibat diterjang banjir setelah curah hujan terjadi selama satu malam.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut membuat arus lalu lintas dari Poso menuju Kota Palu atupun sebaliknya terputus hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Jembatan Sungai Samalera amblas dikarenakan curah hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Poso sejak Kamis malam. Memang sebelumnya di lokasi ini sudah ada laporan warga soal adanya tanda-tanda jalan mau amblas dan terbukti jalan ini sudah masuk tender,’’ ungkap Samsuri.

Samsuri menambahkan, sebagai langkah cepat, pihaknya bersama pemerintah kecamatan setempat dan pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu yang turut hadir langsung menerjunkan alat berat dan material untuk melakukan penimbunan.

Diakui, kalau semua alat berat bisa bekerja maksimal, dipastikan pada sore hari jalur tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua meskipun untuk sementara darurat.

“Ancaman amblas atau runtuhnya jembatan sungai Samalera Desa Maranda ini sudah ada sejak tahun lalu,dan dari laporan tersebut provinsi sudah tenderkan dan tinggal menunggu proses pengerjaan,’’ jelas Wabup Samsuri.

Dengan terputusnya jalur trans Kabupaten Poso–Kabupaten Parigi sejak dinihari tersebut, membuat antrian kendaraan roda empat dan truk pengangkut barang baik dari arah Poso ataupun sebaliknya mencapai dua kilometer.

Satuan Laluintas Polres Poso terpaksa diterjunkan untuk mengurai kepadatan kendaraan, dengan menutup jalur yang menuju lokasi longsoran. Sementara untuk kendaraan yang bergerak dari arah Poso menuju Kota Palu harus melewati jalan alternatif melintasi jalur Tangkura-Napu.

Sementara itu Kepala Satker Wilayah I BPJN Sulteng Irfan dalam WhatsAppnya, mengatakan, untuk penanganan sementara di lokasi tersebut akan ditimbun material pilihan dengan penguatan bronjong.

Setelah dilakukan perbaikan oprit jembatan tersebut, maka saat ini sudah bisa dilalui kendaraan.

Sebagaimana diketahui Kabupaten Poso dilanda banjir pukul 22.30 WITA  Kamis (30/4).

Banjir disebabkan intensitas hujan tinggi selama dua hari sejak Rabu (29/4) sampai Kamis (30/4), mengakibatkan meluapnya sungai Poso merendam  rumah warga dan Jalan trans Sulawesi.

Akibatnya ribuan Kepala Keluarga (KK) berada di sembilan desa membutuhkan makanan dan minuman Siap saji, selimut dan alas tidur. (Mansur/Ikram)