PALU- Perum Bulog wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjamin jelang Natal dan tahun baru (Nataru) harga bahan pokok khususnya beras umumnya stabil dengan pasokan memadai.

“Kondisi harga bahan pokok, khususnya beras yang ditugaskan kepada Bulog Sulteng saat ini umumnya stabil dengan pasokan memadai,” kata Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Basirun di Palu, Rabu, (22/12).

Ia mengatakan, stok beberapa komoditas pokok yang dikelola Bulog juga dalam jumlah yang mencukupi, seperti beras 16.626 ton, gula pasir 165.000 kg. Daging kerbau beku 10.000 kg, daging ayam beku 13.031 kg, serta tepung terigu 16.236 kg.

“Upaya stabilisasi dilakukan dengan selalu berkoordinasi Pemerintah daerah (Pemda), Satuan Tugas (Satgas) pangan dan juga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulteng,” katanya.

Selain itu kata dia, pihaknya selalu berperan serta dalam program-program pasar murah dilakukan pemda dan monitoring pasar terkait harga dan pasokan bersama bidang terkait.

Dia menambahkan, untuk penyaluran beras per bulan antara 1000 ton sampai dengan 1500 ton. Sehingga ketahanan stoknya masih sangat memadai.

“Diharapkan menghadapi nataru kondisi tersebut tetap terjaga dengan baik melalui koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah,” tekannya.

Sementara, Plt.Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (Dagri) Perindag Provinsi Sulteng Donny Iwan Setiawan mengatakan, jelang nataru pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder termasuk Disperindag kabupaten/kota.

“Kalau ketersediaan sembako, sampai akhir tahun ini relatif aman, cukup dan harga relatif stabil,”ujarnya.

Namun menurutnya, ada dua komoditi yang harus diantisipasi, yaitu minyak goreng dan cabai merah, cenderung mengalami kenaikan.

Hal ini disebabkan, stok terbatas karena musim panen raya telah berlalu, hingga ketersediaan terbatas ditambah dengan cuaca ekstrem menyebabkan produksi cabai turun.

“Harga cabai secara nasional juga terkoreksi, agak naik diluar minyak kelapa juga alami kenaikan, akibat beban biaya produksi tinggi, seiring kenaikan harga crude palm oil (CPO), berimbas kenaikan minyak goreng,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya saat ini menunggu kebijakan Pusat, ada sistem memorandum of understanding (MoU) guna memprioritaskan industri lokal.

“Untuk sembako lain relatif harga , tidak terlalu alami kenaikan,”pungkasnya.

Harga komoditi bahan pangan pokok , di tiga pasar yakni pasar Inpres Manonda, pasar Inpres Masomba dan pasar Inpres Tavanjuka , harga rata-ratanya Rabu, (22/12) diantaranya, beras kualitas medium, beras kepala Rp9.667 per kilogram, superwin Rp9.833 perkilogram, temurah Rp8.500 perkilogram, bramo Rp9.833 perkilogram.

Beras kualitas premium, pandan wangi, Cinta Nur masing-masing Rp11.333, perkilogram, gula pasir Rp12.833 perkilogram, minyak goreng curah plastik tanpa merek (rasta) Rp18 ribu perliter, Bimoli kemasan plastik Rp20 ribu perkilogram, kemasan sederhana Rp19 ribu perliter.

Tepung terigu segitiga biru Rp12 ribu perkilogram, Kompas Rp11 ribu perkilogram, Cakra kembar Rp10 ribu perkilogram, daging sapi, lokal paha belakang Rp120 perkilogram, lokal daging sandung lamur Rp120 perkilogram, lokal daging has dalam Rp120 perkilogram, lokal daging tetelan Rp35 perkilogram.

Daging ayam, ayam broiler Rp36 ribu perkilogram, ayam kampung Rp60 ribu, telur ayam broiler Rp25.2 ribu perkilogram, ayam kampung Rp48 ribu perkilogram, cabe merah biasa, kriting masing-masing Rp44.33 ribu perkilogram, cabai rawit merah Rp86.667 ribu perkilogram, cabai rawit hijau Rp85,667 ribu perkilogram.

Bawang merah Rp24.33 ribu perkilogram, bawang putih impor honan Rp26.667 ribu, bawang bombai Rp30 ribu, susu kental manis merek bendera gold Rp385 gram/kl Rp12 ribu, merk indo milk Rp385 gram/kl Rp10 ribu.

Garam beryodium Rp1000 perbungkus, garam halus Rp10 ribu perbungkus, tahu Rp6000 perkilogram, tempe Rp10 ribu perkilogram, jagung pipilan kering Rp9 ribu perkilogram, Indomie kari ayam Rp2500 perbungkus, ikan kembung Rp40 ribu perkilogram.

Ikan asin teri Rp68 ribu perkilogram, ikan tongkol Rp30 ribu perkilogram, ikan tuna Rp70 ribu perkilogram, ikan bandeng Rp40 ribu perkilogram, ikan cakalang Rp28 ribu perkilogram, kacang tanah Rp33 ribu perkilogram, kacang hijau Rp23 ribu perkilogram, ketela pohon Rp6000 ribu perkilogram.

Reporter: IKRAM
Editor: NANANG