Hidup ini cuma tempat persinggahan sebelum kembali ke kampung akhirat. Kita disini hanya mampir sebentar atau transit saja dan ada yang transit jadi orang kaya ada yang jadi orang miskin, ada yang mampir jadi orang desa ada yang orang kota.
Allah tidak akan bertanya tentang atribut lahir, tentang takdir yang memang dia sudah tentukan pada kita.
Tapi Allah Ta’ala pasti bertanya tentang semua modal yang diberikan kepada kita.
Allah tidak akan bertanya kebangsaan nanti di akhirat, Allah tidak akan bertanya kamu lahir dari keturunan yang mana, karena Allah yang menakdirkannya. Tapi Allah akan tanya, kamu Islam atau tidak, menggunakan syariat Islam atau yang lain.
Maka ingatlah wahai umat Muhammad, bahwa hidup kita tidaklah lama. Dunia ini begitu singkat. Tugas kita hanyalah menjadi sang pengabdi kepada Allah semata. Kewajiban kita hanya mendedikasikan seluruh hidup dan mati kita semata-mata untuk Allah.
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku [QS Adz Dzariyat : 56)
Bersyukurlah dan bahagialah, karena kita sebagai umat Muhammad dinobatkan Allah sebagai umat terbaik yang berdakwah dan menebarkan Islam dengan dasar keimanan misi ibadah kita hanyalah untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akherat.
Satu-satunya jalan untuk mendapatkan pertolongan Allah berupa kebahagiaan dunia akherat adalah dengan berdakwah dan berjuang menolong agama Allah.
Menolong agama Allah dengan sepenuhnya melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, berdakwah menyebarkan Islam, berjuang membela Islam disaat Islam dihina dan dinista oleh musuh-musuh Allah. Menolong agama Allah juga dengan menegakkan Islam kaffah dan berjihad di jalan Allah.
Begitulah Rasulullah telah mencontohkan kepada kita sebagai umatnya. Seluruh pengorbanan Rasulullah dan para sahabat, baik harta, tenaga, pikiran, dan bahkan nyawa sekalipun.
Tegaknya sistem Islam kaffah di Madinah adalah fakta sejarah perjalanan dakwah dan perjuangan Rasulullah, yakni membangun syariat Islam untuk diterapkan di tengah-tengah masyarakat, sebagai manifestasi rahmatan lil’alamin.
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam [QS Al Anbiyaa : 107].
Wahai kaum muslimin, bila dalam kondisi Islam dihina dan dinista, jangan justru menjadi pengkhianat dan munafik.
Adalah dosa besar bagi mereka yang munafik, menikam Islam dari dalam, berteman dengan orang kafir dan menjadikan kaum kafir sebagai pemimpin dan pelindung.
Orang munafik juga adalah mereka yang menghalangi tegaknya sistem hukum Islam kaffah, mereka berpaling dari hukum dan peringatan Allah.
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya [QS An Nisa : 60]
Ketahuilah bahwa ujung dari kemunafikan hanyalah untuk mendapatkan duniawi semata.
Mereka takut tidak bisa makan, akhirnya menjual agama dengan harga sedikit. Ketahuilah, kemunafikan adalah bentuk kehinaan dan kelak akan mendapat azab pedih dari Allah maha pengadil.
Karena itu istiqamahlah berjuang di jalan Allah apapun risikonya dan jangan justru menjadi jongos, kacung dan pengkhianat Islam. Sebab Muslim bukan jongos, apalagi pengkhianat. Wallahu a’lam
DARLIS MUHAMMAD (REDAKTUR SENIOR MEDIA ALKHAIRAAT)

