Jadi Santriwati Ponpes Putri Alkhairaat Pusat Palu, Ini Programnya

oleh -
Kegiatan rutin pembacaan maulid di Ponpes Putri Alkhairaat Pusat Palu. (FOTO: MAL/NAJIHA)

PALU- Tahun ajaran baru 2022/2023 tinggal menghitung bulan. Menyambut itu, berbagai satuan pendidikan sudah membuka pendaftaran untuk siswa barunya. Begitupula madrasah dan sekolah yang ada di Alkhairaat Pusat.

Namun terkadang calon siswa baru yang berada jauh dari lokasi Alkhairaat Pusat, ataupun di luar daerah bimbang untuk sekolah di sini, karena mesti tinggal di mana saat berada di Palu. Mungkin alternatif terbaiknya adalah mondok di Pondok Pesantren Putri Alkhairaat Pusat Palu.

Santrinya menempuh pendidikannya di madrasah atau sekolah (SMA, SMK, MA, MTs dan SMP) di kompleks Alkhairaat Pusat, tapi mereka terikat dengan program dan kegiatan di Ponpes Putri Alkhairaat Pusat Palu.

Meskipun belum memilliki madrasah formal sendiri, pesantren ini memiliki banyak program dan kegiatan bagi para santriwatinya.

Pimpinan Pondok Pesantren Pesantren Putri Alkhairaat, Habib Sayid Hasan Alhabsyi mengatakan, pesantren ini, mengedepankan program pembelajaran dengan sistem kurikulum Alkhairaat, di antaranya tarikh/sejarah, muhadasah (percakapan Bahasa Arab), dan percakapan bahasa Inggris.

Terdapat juga kegiatan Islami lainnya, yaitu setiap malam Jumat membaca mauled atau berzanji. Di malam Senin membaca mauled burdah, dan sebelum memasuki hari-hari besar seperti Maulid Nabi, lazimnya digelar lomba-lomba seperti pidato, puisi, peragaan busana, dan qasidah (hadrah).

“Tujuan diadakan program-program tersebut kepada santri agar tamatan dari pondok ini mempunyai kecakapan ilmu yang mereka geluti, serta memperkuat berbasis pondok pesantrennya,” jelasnya .

Habib juga mengatakan, kedepannya pesantren yang bersebelahan dengan gedung MTs Alkhairaat Pusat Palu ini, juga akan ada tahfidzul qur’an. Hal itu dikarenakan, terdapat dua mahasiswi yang datang dari Mesir mengambil Fakultas Kedokteran di Universitas Alkhairaat.

”Mereka akan tinggal di pondok dan nantinya yang megajarkan tahfidz di sini,” kata Habib Husen.

Selain itu juga ada eksrakulikuler memanah, dan kaligrafi.

“Di antara program dan ekstrakulikuler istilahnya ada yang wajib dan sunnah. Semuanya tergantung dari santri yang memilih mau ikut atau tidak. Akan tetapi program wajib seperti baca maulid, burdah dan pelajaran-pelajaran penunjang lainnya itu wajib diikuti,” ujarnya.

Pondok Pesantren ini masih mengikuti sekolah-sekolah yang ada di luar dalam kompleks Alkhairaat.

“Kemungkinan kedepan atau tahun depan kami akan merancang bagaimana agar pondok ini berdiri sendiri, jadi tidak lagi untuk mencari sekolah yang ada di lingkungan,” kata putra dari Syarifah Sa’diyah Aljufri ini.

Reporter: NAJIHA
Editor: NANANG