Ini Tugas Utama Penyuluh Keluarga Berencana

oleh
Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Dra. Maria Ernawati, MM (FOTO : YAMIN)

PALU – Tugas utama Penyuluh Keluarga Berencana/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) adalah menyukseskan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Di masa pandemi Covid-19, sebagai garda terdepan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang berhubungan langsung dengan masyarakat, PKB/PLKB juga dituntut untuk mengedukasi masyarakat agar memahami Covid-19 dan cara mencegahnya.

“Selain memberikan informasi program Bangga Kencana, penyuluh juga harus mampu mengedukasi masyarakat agar memahami Covid-19 dan cara mencegahnya. Seperti, selalu menyosialisasikan mengenai 3M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan,” jelas Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulawesi Tengah, Maria Ernawati, Sabtu (28/11)

Mengenai teknis dalam rangka penyuluhan atau sosialisasi, pihaknya telah menyarankan kepada PKB/PLKB mengubah cara lama, yakni dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi yang ada.

Misalnya, kata dia, memanfaatkan jaringan media sosial (medsos), membuat grup whatsapp yang berjenjang bak multi level marketing grup di tingkat kader, kader dan penyuluh, penyuluh dengan OPD-KB, dan seterusnya.

“Nah, dengan cara itu, maka sosialisasi program Bangga Kencana tetap jalan, komunikasi dengan masyarakat tetap jalan, protokol kesehatan juga jalan,” kata Kaper Erna.

Menurutnya, PLKB dan Kader Keluarga Berencana juga berperan penting dalam pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Saat ini, kata dia, PLKB masuk dalam gugus tugas penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan. PLKB juga menjadi relawan pencegahan pendemi Covid-19 di tingkat desa.

“Peran PLKB ini adalah mengedukasi masyarakat, minimal memberikan informasi kepada kader-kader KB atau Petugas Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD tentang bahaya pendemi Covid-19, dan bagaimana pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Kader KB ini secara aktif mensosialisasikan, yang dimulai dari keluarga dan orang-orang terdekat,” ucapnya.

Ia menambahkan, sejak 2 Januari 2020, BKKBN tampil dengan cara baru untuk generasi baru.  Khalayak utama BKKBN adalah generasi millennial dan zillenial, jumlahnya sekira 35 persen dari total penduduk.

“Jika tidak punya cara baru dalam berkomunikasi dengan masyarakat, sepertinya sulit rasanya bkkbn diterima oleh generasi baru. Setidaknya BKKBN telah melakukan sedikitnya 10 perubahan, diantaranya, logo baru, program baru, yakni KKBPK menjadi Bangga Kencana, tagline menjadi ‘berencana itu keren dan 2 anak lebih sehat’, lagu mars KB dengan aransemen baru, kampung keluarga berencana menjadi kampung keluarga berkualitas dan sebagainya,” katanya.

Jika secara lembaga dan program berubah, serta kehidupan sosial lingkungan berubah karena pandemi Covid-19, kata Erna, maka seharusnya maindset juga harus berubah.

“Saatnya meninggalkan cara-cara lama dan menerapkan cara-cara baru agar tetap bisa bertahan. Kata ilmuwan Charles Darwin, bukan yang kuat yang mampu bertahan melainkan yang bisa menyesuaikan diri,” katanya.

Tentu ada tantangan tersendiri untuk tetap aktif dan produktif di masa-masa pandemi Covid-19. Sebab, terjadinya perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Harus berjuang menjaga diri, keluarga dan masyarakat membangun standar kebaikan dan kepantasan baru, agar tugas-tugas kita sebagai aparatur sipil negara (ASN) tetap terlaksana.

“Selalu bersabar, tetap optimis, dan disiplin menjaga kebersihan diri jaga jarak dalam berinteraksi, rajin mencuci tangan, dan pakailah masker,” ucapnya. (YAMIN)

Donasi Bencana Sulbar