Ini Imbauan Kepala BKKBN dan Pemprov Sulteng untuk Lansia Dimasa Covid -19

oleh -
Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Dra Maria Ernawati, MM, bersama Wakil Gubernur, H. Rusli Dg Baco Palabi dan anggota Komda Lansia Sulteng, saat senam bersama, di Jalan Balai Kota Selatan, Kota Palu. Ahad (8/11) (FOTO : IST)

PALU  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) melalui Wakil Gubernur, H. Rusli Dg Palabi dan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulteng memberi tips kepada para lanjut usia (Lansia) agar terhindar dari Covid-19.

Saat menghadiri senam sehat bersama Komda Lansia, di Jalan Balai Kota Selatan, Kota Palu. Ahad (8/11) Rusli Dg Baco Palabi mengajak, para pengurus dan anggota Komisi Daerah Lansia Sulteng untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

Sebagai ketua Komda Lansia Sulteng, Rusli mengingatkan kepada para lansia di Sulteng untuk tetap menjaga daya tahan tubuh.

Menurut dia, daya tahan tubuh dengan rutin melaksanakan olahraga dan mengkonsumsi makanan bergizi, dan istriahat yang cukup.

“Selain disiplin menerapkan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak (3M), olahraga juga harus dilakukan, untuk melindungi kita dari paparan penyakit, khususnya Covid-19,” terangnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Dra. Maria Ernawati, MM yang juga hadir dalam kegiatan itu menambahkan, bahwa semua bisa saja terpapar Covid-19, tetapi kelompok lansia merupakan kelompok yang sangat rentan terpapar. Tidak hanya Covid-19, kelompok lansia rentan terhadap berbagai penyakit.

Dijelaskan, hal itu lantaran fungsi fisiologis lansia berangsur-angsur berkurang, termasuk sistem imun tubuh. Sehingga Lansia secara rutin melaksanakan  Protokol kesehatan Covid-19.

“Untuk mewujudkan tujuh dimensi lansia tangguh, harus terus menjaga imun tubuh dengan rajib berolahraga, makan makanan bergizi, rajin mengkonsumsi sayuran dan buah segar, jaga istirahat. Dan yang  terpenting saat ini adalah selalu menerapkan 3M setiap kegiata,  baik di luar rumah maupun di dalam rumah,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Mari juga mengajak para lansia agar selalu mengedukasi lingkungan keluarga mengenai prokes 3M itu. “InsyaAllah, melalui tujuh dimensi lansia, kami beharap, lansia bisa tetap menjaga kesehatan. Terutama saat pandemi, Oma maupun praoma, saya harapkan bisa diterapkan kepada cucu-cucunya. Semoga melalui dimensi lansia di Sulteng, para lansia mandiri dan sehat selalu,” tandasnya. (YAMIN)