Ini Enam Rekomendasi BI untuk Pemulihan Ekonomi Sulteng

oleh -
Kepala KPw BI Sulteng, M Abdul Majid Ikram, menyerahkan penghargaan kepada mitra BI, pada kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, di salah satu hotel, di Kota Palu, Rabu (24/11). (FOTO: RIFAY)

PALU – Bank Indonesia (BI) memberikan enam poin rekomendasi yang dapat dilakukan dan dioptimalkan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi di Sulawesi Tengah (Sulteng) lebih lanjut.

“Pertama, perlu adanya persiapan yang matang dan terencana untuk menjadikan Sulteng sebagai penyangga ibu kota negara (IKN), khususnya dalam hal pemasok bahan pangan, olahan material bangunan, dan sumber daya manusia,” ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sulteng, M Abdul Majid Ikram, pada kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, di salah satu hotel, di Kota Palu, Rabu (24/11).

Kedua, lanjut dia, pembangunan jaringan infrastruktur perlu diintensifkan dalam rangka mendorong pertumbuhan investasi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar kabupaten/kota.

Selanjutnya, perlu adanya peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui penguatan industri hulu yang terintegrasi antara industri hulu dan hilir.

“Keempat, mendorong pertumbuhan kawasan produksi dan pusat ekonomi lainnya, khususnya UMKM, sebagai penggerak utama pertumbuhan daerah,” tambahnya.

Di poin kelima, membangun ekonomi dari desa, dengan meningkatkan value added dari dana desa dan pengembangan desa digital yang sudah tersambung dengan Palapa Ring.

“Keenam, optimalisasi keuangan daerah dengan digitalisasi transaksi keuangan daerah, seperti elektronifikasi transaksi pemda (ETP) untuk mendorong peningkatan penerimaan asli daerah,” katanya.

Tahun ini, kata dia, ekonomi Sulteng diprakirakan akan tumbuh tinggi seiring terus berlangsungnya pemulihan ekonomi. Selama tiga triwulan pertumbuhan tercatat masing-masing 6,5, 15,7 dan 10,2% (yoy).

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut mengindikasikan bahwa roda perekonomian dan aktivitas ekonomi terus berjalan. Dari sisi penawaran, meningkatnya perekonomian Sulteng terutama didorong oleh peningkatan kinerja sektor-sektor utama, yaitu industri pengolahan, pertambangan, dan konstruksi,” katanya.

Sementara dari dari sisi pengeluaran, mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong kuatnya konsumsi RT.

“Selain itu, tingginya tingkat ekspor dan investasi juga menjadi pendorong utama pencapaian pertumbuhan ekonomi,” tutupnya.

Berdasarkan hasil asesmen BI, ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2022 diperkirakan tumbuh tinggi pada kisaran 9,7 – 10,7% (yoy). Secara umum, faktor penopang pertumbuhan ekonomi 2022 adalah tren membaiknya kondisi ekonomi global, positifnya kinerja ekspor daerah, peningkatan investasi langsung serta perbaikan konsumsi rumah tangga. (RIFAY)