PALU -Perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2022, secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan pada Desember 2022 terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 5,81 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,42 pada Desember 2021 menjadi 115,78 pada Desember 2022.

Sementara tingkat inflasi mtm sebesar 0,80 dan tingkat inflasi ytd sebesar 5,81 persen.

Beberapa komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi YoY (Desember 2022 terhadap Desember 2021) antara lain, bensin (0,79 persen), bahan bakar rumah tangga (0,73 persen), angkutan udara (0,54 persen), tukang bukan mandor (0,51 persen); kontrak rumah (0,38 persen), bawang merah (0,15 persen), sabun mandi (0,14 persen)telur ayam ras (0,14 persen), rokok kretek filter (0,13 persen), serta rokok putih (0,10 persen).

Kepala BPS Kota Palu GA Nasser mengatakan, inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota baru sebesar 8,65 persen dengan IHK 119,83 dan terendah terjadi di Sorong sebesar 3,26 persen dengan IHK 110,95.

Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau (3.41 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (2,71 persen), kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (10,20 persen), kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (4,33 persen), kelompok kesehatan (0,26 persen); kelompok transportasi (12,75 persen), kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,20 persen), kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (3,81 persen), kelompok pendidikan (0,98 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran (2,62 persen), serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (7,39 persen).

“Tingkat Inflasi month to month (mtm) Desember 2022 sebesar 0,80 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) Desember 2022 sebesar 5,81 persen,” ujar GA Nasser kepada media ini, Senin (2/1).

Sementara, IHK dan Inflasi antar Kota di Kawasasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), Desember 2022 Pada bulan Desember 2022 ,berdasarkan 90 kota pantauan IHK nasional, 5 (lima) besar Inflasi yoy tertinggi masing-masing terjadi di Kotabaru dengan inflasi sebesar 8,65 persen, Bau-bau sebesar 8,35 persen; Tanjung Selor sebesar 7,98 persen,Bukittinggi sebesar 7,76 persen, serta Bandung sebesar 7,45 persen.

Sedangkan 5 (lima) terendah masing-masing terjadi di Manado sebesar 4,00 persen, diikuti Tarakan sebesar 3,93 persen, Waingapu sebesar 3, 54 persen, Ternate sebesar 3,37 persen, serta Sorong sebesar 3,26 persen.

Secara nasional, Kota Palu menempati urutan ke-56 (lima puluh enam) dengan inflasi yoy sebesar 5,81 persen. Sedangkan untuk kawasan Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) Kota Palu menempati urutan ke-9 (sembilan) dari 21 Kota pantauan IHK di kawasan Sulampua.

Dari 90 kota pantauan IHK nasional, seluruh kota mengalami inflasi secara mtm. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandung sebesar 2,04 persen dan terendah di Kota Sorong sebesar 0,01 persen. Kota Palu mengalami Inflasi sebesar 0,80 persen. Inflasi Kota Palu menempati urutan ke-27 secara nasional, dan urutan ke-9 di kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua).

Reporter: IRMA
Editor: NANANG