PALU- Ikatan Alumni Libya Indonesia (IKALI), turut mengambil peran membantu korban gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang ada di Kota Palu, Sigi dan Donggala. Bentuk bantuan yang disalurkan adalah sembako dan obat-obatan.

Selain bantuan logistik, IKALI juga memberikan motivasi dan penguatan dalam bentuk tausyiah di tenda-tenda penyintas.

“Tidak banyak yang dapat kami lakukan, karena dana yang dikelola terbatas. Tapi kami berusaha sekuat tenaga memaksimalkan penyalurannya kepada masyarakat membutuhkan, sehingga tepat sasaran,” ujar Koodinator IKALI Sulteng, Ustadz Citrawan Kisman Djiho, Senin (12/11).

Alumni International Islamic Call College, Libya, Tahun 2010 itu menambahkan, donasi yang dikumpulkan IKALI adalah sumbangan dari alumni serta dari jemaah di pengajian mereka masing-masing, di antaranya dari Ustadz Adi Hidayat, dan lainnya.

Dia berharap, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Bagi lembaga kemanusiaan yang ikut membantu, juga diharapkan dapat juga memperhatikan kebutuhan jangka panjang, seperti membuka lapangan kerja untuk masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya.

IKALI sendiri merupakan wadah untuk menjalin silaturahim antar mahasiswa Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan di Libya. IKALI berkedudukan di Jakarta yang diketuai Ustadz Aunur  Rafiq Saleh Tahmid.

Selain sebagai wadah silaturahim, IKALI juga sebagi wadah sinergitas dalam upaya meningkatkan peran alumni di tengah masyarakat dan juga konsen dalam bidang kemanusiaan.

“Bukan hanya di Palu, tetapi juga di Lombok,” imbuh salah satu pengurus Banua Al-Quran itu. (IKRAM)