SIGI – Ikatan Bhayangkara Emas (Ikabahamas) Sulawesi Tengah dari Sekolah Bintara (SeBa) PK II Angkatan 1995/1996 kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) tahunan pasca Idulfitri. Kegiatan anjangsana ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Sigi, Kompol Wawan Setyono, sebagai bentuk kepedulian Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Saat diwawancarai di sela kunjungannya ke panti asuhan, Kompol Wawan Setyono menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar memberikan bantuan dalam bentuk sembako, tetapi juga merupakan wujud perhatian dan penghormatan Polri kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Ini merupakan wujud bahwa Polri selalu dekat dengan masyarakat, terutama kepada saudara-saudara kita di panti asuhan. Anak-anak ini memiliki potensi besar untuk membangun negeri, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Ahad (29/3).
Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program Ikabahamas dalam mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi. Selain itu, kami juga mengajak anak-anak untuk terus bersekolah dan menjaga kedisiplinan, karena pendidikan adalah kunci meraih cita-cita,” tandasnya
Kunjungan dilakukan di Panti Asuhan Jabal Nur, Desa Kabobona, Kabupaten Sigi. Kegiatan baksos ini merupakan kolaborasi empat Sekolah Polisi Negara (SPN), yakni SPN Karombasan Manado, SPN Batua Makassar, SPN Banjar Baru Kalimantan Selatan, serta Sekolah Polisi Wanita Bhayangkara Emas (SBE).
Pada masa penugasan pertama, keempat lembaga tersebut memiliki total 427 personel, terdiri atas 160 personel dari SPN Karombasan, 200 dari SPN Batua, 60 dari SPN Banjar Baru, dan 7 dari SBE.
Ketua Panitia 3 Dekade Ikabahamas Polda Sulteng SeBa PK II 95/96, AKP Musa Abd Kadir, menyebutkan saat ini terdapat 129 personel yang masih aktif di Polda Sulawesi Tengah. Sebanyak 11 orang telah meninggal dunia, sementara lainnya telah mutasi ke luar wilayah.
Dalam kegiatan ini, Ikabahamas menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula pasir, mi instan, sabun mandi dan cuci, serta perlengkapan lainnya untuk mendukung operasional panti.
Ketua pengelola Panti Asuhan Jabal Nur menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas bantuan tersebut dan menyebutnya sebagai amal jariyah.
“Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan anak-anak, terutama untuk makan dan pendidikan mereka,” ujarnya.
Panti asuhan tersebut saat ini menampung 35 anak dari jenjang PAUD hingga SMA dengan latar belakang agama yang beragam, yakni Islam, Kristen, dan Hindu. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap program kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, salah satu istri anggota Ikabahamas, Ayu Wawan Setyono, menyampaikan dukungan penuh dari para keluarga.
“Kami juga turut berperan dalam mengumpulkan dan menyiapkan bantuan ini. Kami merasa membantu anak-anak adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, anak-anak panti asuhan dengan penuh antusias meminta izin untuk menaiki bus Polda Sulawesi Tengah dan diajak berkeliling. Permintaan itu pun dipenuhi oleh rombongan Ikabahamas. Anak-anak diajak berkeliling wilayah Sigi menggunakan bus.Kebahagiaan tampak jelas di wajah mereka sepanjang perjalanan.**

