Ibu dan Anak di Poso Alami Penganiayaan Berat Hingga Tewas

oleh -
Korban saat berada di Puskesmas Watutawu, Kecamatan Lore Peore, Ahad (26/6). (FOTO : Istimewa)

POSO – Warga Desa Watutawu, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, digegerkan dengan penemuan ibu dan anak yang mengalami luka berat akibat penganiayaan berat, di Rumahya.

Korban tersebut adalah Dince Tope  (51) dan anaknya yang masih belia, Klearita Walili (3).

Korban pertama kami ditemukan tetangga berinisial AM sekitar Pukul 00.00 Wita, di salah satu kamar rumah korban. Dince Tope dipastikan sudah dalam kondisi wafat, sementara anaknya Klearita dalam kondisi kritis. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat, Klearita tidak bisa tertolong.

Berdasarkan pengakuan saksi AM, awalnya dirinya mendengarkan jeritan korban. Kemudian dirinya langsung menuju rumah korban  untuk memastikan apa yang terjadi. Namun setelah tiba dan masuk dalam rumah, saksi mendapati lampu rumah dalam posisi mati serta  pintu kamar terbuka dan kedua korban  sudah sekarat. Dince mengalami luka bacok bagian dahi sebelah kiri dan anaknya Klearista  Walili juga mengalami pendarahan pada bagian kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul.

‘’Begitu saya masuk rumah  dan melihat pintu kamar korban sudah terbuka, kedua korban sudah luka parah dengan beberapa tusukan benda tajam. Saya sempat menanyakan kenapa sampai terluka, namun karena korban sudah sekarat akhirnya tidak bisa menjawab hingga saya memanggil pertolongan,’’ aku AM.

AM mengaku, pertama kali memanggil suaminya untuk ikut membantu korban yang posisinya masih berada di atas tempat tidur dan berusaha memberikan pertolongan. Namun korban Dince Tope  tidak tertolong dan meninggal di tempat. Sementara korban, Klearista Walili yang sempat dilarikan ke Puskesmas Watutawu, sempat mendapatkan perawatan  namun juga akhirnya meninggal dunia.

“Menurut pertugas puskesmas,  tengkorak kepala belakang anaknya hancur dan mata sebelah kanan lebam yang diduga akibat benturan benda tumpul,” katanya.

Kapolres Poso AKBP . Rentrix Ryaldi Yausuf  yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta otak dibalik pembunuhan tersebut.

Menurutnya, penyidik kini telah turun ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap motif di balik kejadian tersebut.

‘’Kami sudah mendapatkan laporan dari Polsek, penyidik sudah turun dan kini telah memintai keterangan beberapa orang saksi termasuk tetangga korban. Mohon bersabar, kita masih melakukan penyelidikan siapa pelakunya dan apa motifnya,’’ tandas Rentrix.

Reporter : Mansur
Editor : Yamin