PALU – Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Alwi Aljufri mengatakan bahwa, pelaksanaan Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri ke 58 tahun 2026, adalah Haul Akbar yang dilaksanakan oleh Pengurus Besar Alkhairaat, dan menginginkan agar secara bersama menyukseskan kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar.

“Kegiatan Haul Guru Tua ini milik kita bersama dan secara bersama, seluruh elemen terlibat dalam pelaksanaan ini, tidak hanya internal PB Alkhairaat dan Abna saja, namun masyarakat juga terlibat sehingga auranya lebih besar lagi,” kata Habib Alwi.

Pelaksanaan Haul tahun lalu lanjutnya, menjadi evaluasi untuk diperbaiki, sehingga Haul tahun ini lebih baik.

Senada dengan itu Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus bahwa, Haul Akbar Guru Tua ke 58 dilakukan secara baik tersistem dan harus terorganisasi.

“Seperti yang disampaikan Ketua Utama bahwa tahun ini adalah Haul Akbar, yang tentunya semua kepanitiaan memiliki tanggung jawab bersama mensosialisasikan ke masyarakat,” harapnya.

Adapun lanjut Habib Mohsen yang juga sebagi ketua panitia pelaksanaan Haul Guru Tua ke 58 tahun ini, ada keinginan masyarakat atau lembaga yang ikut bersama terlibat dalam pelaksanaan Haul ini. Hal tersebut merupakan bagian dalam menyukseskan acara, walaupun tidak terstruktur, atau tidak di bawah koordinasi PB Alkhairaat sebagai lembaga resmi yang pelaksana Haul Habib Idrus.

Dalam rapat perdana Haul Guru Tua ke 58 tersebut, kepanitiaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemkot Palu ikut terlibat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta tokoh masyarakat Kaili, organisasi kemasyarakatan, selain simpul-simpul yang ada di perguruan Alkhairaat.

Hadir dalam rapat Haul tersebut, Sekjen PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang, unsur ketua PB Alkhairaat KH.Husen Habibu yang juga panglima Garda Alkhairaat (GAL), Ketua Yayasan Alkhairaat Dr.Hamdan Rampadio, Sekum Yayasan Alkhairaat H.Asgar Bashir Khan, Habib Ali bin Hasan aljufri serta panitia Haul Guru Tua ke 58 1447 H.