SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi menegaskan pentingnya penguatan nilai religius dan sinergi antara ulama, masyarakat, dan pemerintah dalam momentum Haul Guru Tua ke-58 yang digelar di Desa Balongga, Kecamatan Dolo Selatan, Sabtu (18/04).

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kesra, dan SDM, Rahmad Iqbal Nurkhalis, menyampaikan bahwa haul bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai keagamaan.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum memperkuat nilai religius dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Haul ini merupakan bentuk penghormatan kepada Habib Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Guru Tua) sekaligus refleksi atas keteladanan beliau dalam dakwah dan pendidikan. Rahmad menegaskan, nilai perjuangan Guru Tua harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Haul ini bukan sekadar mengenang, tetapi bagaimana kita meneladani perjuangan beliau dalam membimbing umat,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa Guru Tua merupakan figur ulama, pendidik, dan pembina akhlak yang keteladanannya tetap relevan hingga kini.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sigi mengajak masyarakat memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, serta bersama membangun daerah yang religius dan harmonis. Momentum haul yang dirangkaikan dengan halal bihalal turut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi pasca Ramadan.

Pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan, termasuk yang dilaksanakan Alkhairaat. Sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dinilai penting untuk kemaslahatan umat.

Selain itu, Rahmad menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pembangunan, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menekan angka putus sekolah serta meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Ia juga mengingatkan tantangan serius berupa tingginya kasus narkoba di Kabupaten Sigi yang membutuhkan perhatian bersama semua pihak.

“Ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga ulama dan masyarakat,” tegasnya.

Rahmad turut mengajak masyarakat mendukung program “Pakagali Pakagaya Ngata” yang menekankan kebersihan dan keindahan lingkungan desa.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kabupaten Sigi yang maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan serta kearifan lokal.