Hat-hati, Jejak Digital Itu Abadi

oleh -69 Kali Dilihat

GOWA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Gowa, Sulawesi Selatan, 25 Agustus 2021.

Kegiatan dengan tema “Jaga Bersama Ruang Digital Kita” ini diikuti oleh 701 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi.

Program yang dipandu moderator Urwa kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pemerhati pemuda dan anak, Suryananda; jurnalis Harian Fajar, Sakinah Fitriani; akademisi UINAM, Muh Ikhwan; serta Founder Tanah Poso Digital Media, Gunawan Primasatya.

Pemateri pertama, Gunawan Primasatya, membawakan tema “Informasi, Identitas & Jejak Digital”. Dia menyarankan untuk menghapus informasi sensitif di akun media sosial dan membersihkan data digital di Google dengan menggunakan kata kunci tertentu, misalnya nama lengkap kita.

“Jika menemukan informasi yang tidak sesuai, kita bisa minta untuk dihapus atau dilaporkan,” paparnya.

Berikutnya, Sakinah Fitriani menyampaikan materi “Pentingnya Etika Dalam Menembus Ruang-Ruang Publik Digital Secara Global”. Dia mengatakan, etika dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting terkait dengan sanksi hukum maupun sosial.

“Bisa jadi kita sudah menghapus unggahan tetapi ada warganet yang menscreenshot, sehingga jejaknya tetap ada. Jika jejak digital kita negatif, tidak hanya dibahas di dunia maya, tetapi di tengah masyarakat,” ucapnya. 

Sementara itu, pemateri ketiga, Muh Ikhwan yang membawakan tema “Mengenal UU ITE, Membangun Budaya Digital yang Santun”, mengatakan, dalam bermedia sosial ada ‘rambu-rambu’ untuk mengatur penggunanya. Di Indonesia, hal ini juga diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mencantumkan sanksi pidana dan denda bagi yang melanggar.

Adapun Suryananda, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Dia mengingatkan bahwa media sosial membuat identitas diri bisa diakses oleh siapapun. Oleh sebab itu, hal-hal pribadi harus dilindungi demi menghindari kejahatan siber.

“Baca syarat dan ketentuan saat mengunduh suatu aplikasi,” ujarnya mengingatkan.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

“Apa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghapus jejak digital?” tanya Yusuf Eko, salah satu peserta webinar.

Atas hal itu, Gunawan Primasatya menyarankan, gunakan layanan di Google Support ataupun fitur yang tersedia di setiap media sosial dan ajukan permintaan untuk menghapus konten yang terkait kekerasan atau pencemaran nama baik.

“Selain itu, bisa gunakan aplikasi delete me,” imbuhnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. ***