AMPANA – Komisioner Bawaslu Sulteng, Sutarmin D H Ahmad, mengungkapkan, sesuai hasil survei, sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat politik praktis karena ingin mengejar jabatan.
“Ada hal yang mendorong kenapa ASN tidak netral di setiap pemilihan. Yang pertama karena ingin jabatan dan yang kedua karena hubungan kedekatan dengan kandidat,” ungkap Sutarmin saat menjadi narasumber pada kegiatan talk show di sebuah hotel di Kota Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), pekan lalu.
Hasil survei tersebut, kata dia, menunjukan bahwa ASN itu terlibat dalam politik karena berdasarkan kebutuhan dan kedekatan. Menurutnya, hal itu harus diwaspadai, mengingat risikonya sangat berat bagi seorang ASN apabila ditemukan melakukan pelanggaran.
Lebih lanjut dia mengatakan, objek pengawas Bawaslu adalah netralitas ASN.
Menurutnya, di Provinsi Sulteng sendiri, sudah ada beberapa kejadian di mana ASN diberhentikan secara tidak hormat.
“Dan perlu diketahui bahwa Sulteng itu masuk dalam urutan keempat se-Indonesia dengan tingkat pelanggaran pemilu yang melibatkan ASN. Ini perlu menjadi perhatian untuk kita agar semua ASN menjaga netralitasnya,” harapnya.(SAFA’AD)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.