JAKARTA – Rapat paripurna Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kamis (09/04) memutuskan secara aklamasi Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum DPP LDII.

Dody Taufik menggantikan KH Chriswanto Santoso yang sebelumnya tak ingin dicalonkan lagi karena alasan kesehatan.

Dody mengungkapkan, langkah awal kepengurusan baru adalah konsolidasi internal DPP. Hal ini untuk memastikan di masa transisi keberlanjutan dan kesinambungan karya dan kontribusi LDII tetap berjalan demi kemaslahatan umat.

“Seperti pesan Bapak KH Chriswanto untuk terus beramal saleh di masa transisi sebelum kepengurusan definitif terbentuk,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, memastikan gerbong organisasi di daerah berjalan sinkron, sejalan dan searah mulai dari DPW, DPD, PC hingga PAC. Sehingga karya dan kontribusi LDII betul-betul bisa terasa hingga akar rumput.

“Harapannya, LDII dengan karakter luhurnya bisa diterima dengan tulus oleh masyarakat di segala lapisan,” ungkapnya.

Dody mendorong pengurus organisasi melanjutkan dan memperkuat komunikasi intens dengan para pemangku kepentingan.

Setiap program dan rencana kerja LDII sedapat mungkin dikerjasamakan dengan instansi pemerintah terkait,

“Jika program tersebut sifatnya mendukung kelancaran program pemerintah pusat dan daerah,” katanya.

Selain itu, ia mempersilakan melakukan kerja bareng dengan sesama ormas atau organisasi lain yang terkait dengan bidang atau area program kerja tertentu.

“Catatan kami, masih ada kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh warga LDII namun belum dibungkus menjadi kegiatan PC atau PAC. Silahkan bapak ibu kegiatan warga LDII ini dikemas dengan baik dan kreatif,” imbuhnya.

Dody mengucapkan terima kasih untuk Ketua Umum DPP LDII periode 2021-2026, KH Chriswanto Santoso beserta semua jajaran.

Ia mengatakan, dedikasi dan komitmennya terhadap LDII demikian banyak bahkan jejaknya bisa kita saksikan dan kita rasakan.

“Juga terima kasih atas arahan dan bimbingan beliau selama ini. Leaders don’t create followers, they create more leaders, itulah yang dilakukan oleh Pak Chris terhadap kami,” ungkapnya. ***