Harga Minyak Goreng Meroket dan Tidak Stabil

oleh -
Minyak goreng

PALU – Harga Minyak Goreng di tingkat pasar mengalami lonjakan yang tajam. Sbelumnya harga minyak goreng kemasan 2 liter Rp24.900, saat ini melonjak naik hingga Rp39.500.

Salah seorang karyawan Alfamidi Jalan Emi Saelan mengatakan, kenaikan minyak goreng ini sudah terjadi dua bulan belakangan ini.

“Harga minyak goreng yang tertinggi untuk Minggu ini minyak goreng Tropical dengan harga Rp 39.500 per 2 liter.Terendah ada pada minyak goreng Bimoli spesial dengan harga Rp35.500. Harga minyak goreng itu tidak stabil setiap minggu mengalami perubahan harga,” ujar karyawan Alfamidi kepada media alkhairaat online Jum’at (19/11).

Di tempat terpisah Masnah warga Kelurahan Besusu Tengah mengatakan, dengan kenaikan harga minyak goreng di tingkat pasar menjadi beban berat buatnya yang berpenghasilan pas-pasan.

“Ini minyak goreng naiknya Pelan pelan,dalam tahun ini sudah tiga kali kenaikan.Dulu masih dapat 22 Ribu per 2 liter, naik lagi 25 ribu perdua liter saat ini naik lagi menjadi 39 ribu,betul betul luar biasa memang Pemerintah ini dimasa pandemik , perekonomian belum stabil masih saja menaikan harga minyak goreng,” keluh Masnah.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Perindakop Ricard Djanggola mengatakan, kenaikan minyak goreng saat ini dikarenakan keterbatasan produksi dari produsen minyak goreng. Jadi kenaikan harga minyak goreng bukan hanya terjadi di Kota Palu saja.

“Untuk kegiatan pasar murah kami akan gelar yang di jadwalkan pada tanggal 23-24 November mendatang bertempat disekitar Kelurahan Kampung Lere dan rencana kami akan gelar sekitar minggu kedua atau ketiga Desember untuk memperingati hari besar keagamaann dan tahun baru,” ujar Ricard Djanggola.

Ricard Djanggola berharap dengan digelarnya pasar murah ini dapat membantu masyarakat ekonomi lemah.

Reporter: Irma/Editor: Nanang