PALU — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Donggala, H. Haerolah Muh. Arief, menekankan bahwa puasa Ramadan juga sebagai sarana untuk menyeimbangkan aspek rasional, emosional, dan spiritual dalam diri setiap muslim. Menurutnya, keseimbangan aspek tersebut dianggap penting agar ibadah yang dijalankan mampu membentuk karakter yang matang, bijaksana, dan penuh empati dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa Ramadan tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga,” kata Haerolah melalui media ini, Selasa (24/2) siang.
Ia juga menerangkan bahwa ibadah puasa tidak hanya mengantarkan seseorang menjadi lebih baik dalam hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi juga mendorong terciptanya hubungan yang harmonis dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta.
“Ibadah puasa Ramadan mengantarkan seseorang baik dengan Tuhannya, tapi juga baik dengan sesamanya. Karena takwa itu hubungan baik seorang hamba dengan Tuhannya yang dibuktikan dengan hubungan baiknya dengan manusia bahkan semesta,” pungkasnya.
Ia juga berharap umat Islam semakin memahami bahwa hakikat puasa adalah pembentukan ketakwaan yang berdampak nyata dalam kehidupan sosial. Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai bagian dari ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

