PALU  – Deklarasi dan pelantikan kelompok organisasi kepemudaan di Kelurahan Tondo yang bernama Komunitas Anak Tondo (KAT) mendapat reaksi dari salah satu tokoh pemuda setempat, dia Mohammad Arul.

Ketua Forum Komunikasi Anak Tondo (Forkat) itu mempertanyakan kehadiran dan tujuan KAT tersebut hadir, bahkan deklarasi dan pelantikannya dilaksanakan di Lingkungan Universitas Tadulako (Untad) dengan mewah.

Yang anehnya kata Arul, Ketua Dewan Pembina komunitas yang megatasnamakan pemuda tondo itu dijabat oleh salah satu pentinggi Untad, yakni Prof. Moh. Basir Ciyo.

“Ini organisasi tidak punya etika. Masih banyak orang tua kita yang memiliki ketokohan tapi malah memilih orang luar untuk menjadi pembina. Ini sama saja tidak menghargai orang tua kita di kampung, kita tidak boleh memandang ketokohan itu dari titel,” tegas Arul, di Palu, Senin (25/01) malam.

Arul menambahkan, hadirnya KAT yang merasa terlegitimasi di kalangan pemuda justru mengundang tanya dari mayoritas masyarakat Tondo.

“Saya sudah tanya-tanya sama keluarga-keluarga kita di kampung, dan mereka justru mempertanyakan KAT ini tujuannya apa. Artinya, organisasi ini tidak memiliki legitimasi di masyarakat,” terangnya.

Arul menuturkan, sebagai ketua Forkat meski lama fakum karena kesibukan pekerjaan. Dalam waktu dekat akan kembali melakukan konsolidasi tingkat bawah, mengundang seluruh tokoh dan pendiri Forkat untuk membicarakan eksitensi Forkat kedepan.

“Termasuk, tokoh intelektual dibalik KAT ini saya ajak untuk mempertanyakan maksud dan tujuannya mendirikan komunitas kepemudaan itu. Kita harus perjelas, jangan sampai semangat pendiriannya melenceng atau berada di jalan yang tidak tepat. Jika benar terendus ada niat lain. Kita ajak untuk kembali ke jalan yang benar,” katanya.

Yang lebih memperihatinkan lagi kata Arul, personil KAT tidak lagi masuk dalam kategori anak, tapi bapak-bapak.

“Kalau memang kemauan untuk membangkitkan anak muda berbuat untuk kampung kita yang sama-sama kita cintai ini. Ajaklah anak-anak muda, bukan kakak-kaka atau om-om kita ini. Karena mereka itu sudah harus berada di tataran jabatan pembina atau pengarah yang membimbing adik-adik kita untuk melakukan hal-hal yang positif untuk kampung. Tidak hanya jadi anak bawang lagi di organsiasi,” tandasnya.

Sebelumnya, KAT yang diketuai oleh Ismail menggelar acara deklarasi bertempat di Theater Room Universitas Tadulako, Senin 24 Januari 2022 pagi.

Dalam sambutannya, Ismail menyampaikan bahwa KAT dibentuk sebagai langkah untuk mewujudkan persatuan masyarakat tondo.

“Perlu bapak dan ibu ketahui bahwa Komunitas Anak Tondo  ini lahir sebagai wujud kebersamaan kita. Komunitas ini akan menjadi rumah kita untuk membangun persatuan. Untuk bersatu tentu kita butuh wadah. Adanya KAT ini bisa menjadi langkah awal menuju persatuan. Tanpa wadah perjuangan kita akan kesusahan dalam memperjuangkan hak-hak dan menjaga nama baik masyarakat tondo,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa selain menjadi wadah persatuan, KAT juga dibentuk sebagai wadah advokat, wadah untuk bisa melindungi masyarakat tondo. *