PALU- Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan kegiatan penanaman pohon, senam bersama sekaligus cek kesehatan serta peresmian kantin Adhyaksa, di Kantor Kejati Sulteng Jumat (2/12).
Dalam sambutannya Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng Agus Salim mengatakan, peringatan hari Pohon Sedunia ini merupakan suatu langkah baik yang dapat dilakukan dalam mendukung program pemerintah, yang memiliki prinsip green development yakni: economically feasible, socially acceptable dan environmentally sustainable.
“Saat ini dunia menghadapi tantangan yang berat. Bumi menghadapi tantangan lipat tiga (triple planet challenges) yakni perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi,” katanya.
Ia mengatakan, ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. Di tengah krisis tersebut, tidak ada pilihan lain selain bekerjasama. Menjadi bagi kita semua untuk melakukan akselerasi aksi-aksi nyata memerangi tantangan dimaksud.
“Tujuan diperingati hari pohon sedunia untuk mengingatkan manusia akan pentingnya pohon bagi kehidupan makhluk hidup lainnya,” ucapnya.
Lebih jauh kata dia, keberadaan pohon untuk memerangi pemanasan global, mencegah banjir, tanah longsor, tempat hidup fauna (burung) dan membuat iklim mikro yang baik.
Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, menjelaskan bahwa Indonesia terus berupaya untuk memimpin dengan memberi contoh. Dua bulan yang lalu, kita telah menyampaikan Peningkatan Kontribusi yang ditentukan secara Nasional (Enhanced NDC), yang berisi peningkatan target penurunan emisi Indonesia dari 29 persen menjadi 31,89 persen dengan kemampuan negara sendiri, dan dari 41 persen menjadi 43,20 persen dengan dukungan internasional.
“Hari ini kita berkumpul di lapangan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan rangkaian acara memperingati Hari Pohon Sedunia sekaligus menanam Pohon di lingkungan Kejati Sulteng,” bebernya.
Ia menambahkan, kegiatan tanam pohon ini merupakan wujud nyata dari Aparatur Sipil Negara (ASN) pada bangsa sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Hal ini juga merupakan salah satu pelaksanaan program KLHK yaitu menanam 25 Pohon setiap orang selama hidup.
“Untuk mendukung program tersebut, KLHK juga mewajibkan setiap UPT melakukan kegiatan penanaman pohon yang diberi nama ASN menanam 25 Batang Pohon selama hidup,” ujarnya.
Pada kegiatan G20 yang diselenggarakan di Bali juga, Presiden kita Bapak Joko Widodo mengajak seluruh pemimpin negara untuk melakukan tanam pohon sebagai bagian dari rangkaian kegiatan G20 berlangsung pada 15-16 November 2022.
Presiden Jokowi juga menjadikan penanaman bibit pohon sebagai acara wajib saat menerima kunjungan kenegaraan para pemimpin dunia yang datang ke Indonesia. Beberapa waktu ke belakang, Presiden mengajak serta Presiden Korea Selatan, Raja Salman (Arab Saudi), Raja Carl Gustav XVI (Swedia), PM Lee Hsien Long (Singapura) dan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani (Qatar) untuk menanam pohon di Istana Negara.
“Kegiatan menanam pohon pada acara kenegaraan juga sekaligus kampanye gerakan penyelamatan lingkungan agar lebih mendunia,” mengakhiri.
Reporter: IKRAM
Editor: NANANG

