PALU- Direktur GWPP Nurcholis Basyari mengatakan, JFC On CSR Batch III ada ketambahan dua sesi, dari semula 12 sesi materi menjadi 14 sesi materi, ketambahannya sesi materi memproduksi konten berita generasi audio visual berbasis smartphone dan sesi sharing.
“Karena sekarang eranya konvergensi paling tidak dapat mengoptimalkan penggunaan smartphone,”kata Nurcholis, pada pertemuan hybrid kunjungan industri SMK HS Agung Bekasi dan Kick Off Journalism Fellowship (JFC) On CSR Batch III 2026, Jumat (22/5).
Selanjutnya kata dia, ada sesi sharing, kreativitas seperti apa yang ditetapkan di zaman sekarang. Dua sesi ini dapat memperkaya pemahaman dan kompetensi lara jurnalis.
Chief Of Business Support Officer Lie Si An menyebut setiap orang punya kemampuan sesuai bidang masing-masing, begitupun dengan perusahaan. CSR bukan hanya sekadar mentransfer uang tetapi bisa saja pengetahuan, skill untuk bagaimana bisa lebih produktif.
Ia menyebut ada satu tagline CSR TBIG, membangun nilai bersama melalui kontribusi sosial dan lingkungan. Dalam melakukan CSR kata dia, ada empat pilar utama yakni Bangun Sehat, Bangun Cerdas, ;Bangun Budaya dan Bangun Hijau.
Lebih lanjut, pihaknya sudah menjalankan CSR sekitar 10 tahun lebih sejak 2013 dan tidak hanya menjalankan CSR pencitraan. Tapi ada hal riil, ada dampaknya.
“CSR dijalankan bisa dipertanggung jawabkan dan transparansi. Jurnalis bila mau bertemu penerima manfaat, tidak masalah,” bebernya.
Ia mengatakan, pada CSR Bangun Sehat, pihaknya mengoperasionalkan mobil klinik, terdapat di beberapa daerah. Bangun Cerdas, yaitu melakukan kunjungan industri dari SMK, sudah dijalankan sejak 2024. Lalu ada Bangun Budaya, kita punya rumah batik di Pekalongan

