PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan buka puasa bersama bertajuk “Sulteng Nambaso Bersama Masyarakat” yang dirangkaikan dengan sosialisasi bahaya narkoba di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (6/3/2026). Acara tersebut dihadiri ribuan masyarakat, termasuk para pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kota Palu.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido sebagai upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya peran pelajar dalam memerangi peredaran narkoba. Ia menilai generasi muda sering menjadi sasaran utama jaringan peredaran narkotika, sehingga dibutuhkan kesadaran serta komitmen bersama untuk menolaknya.
Gubernur juga menjelaskan bahwa ide penyelenggaraan buka puasa bersama di kawasan Jalan Sam Ratulangi tersebut lahir dari diskusi bersama aparat keamanan. Ia mengaku bersyukur karena kegiatan itu mendapat respons yang sangat antusias dari masyarakat.
“Sepanjang jalan hingga ke lokasi acara dipadati masyarakat. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan kita terhadap Sulawesi Tengah. Mudah-mudahan silaturahmi ini semakin memperkuat persatuan kita semua,” ujar Anwar Hafid.
Pada kesempatan itu, Gubernur turut memberikan pesan khusus kepada para siswa SMA dan SMK yang hadir. Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini merupakan calon pemimpin masa depan yang akan menentukan keberhasilan visi Indonesia Emas 2045 serta Sulawesi Tengah Emas 2045.
Menurutnya, terdapat tiga karakter penting yang perlu dimiliki generasi muda agar mampu menghadapi tantangan di masa depan, yakni karakter moral, karakter intelektual, dan karakter kinerja.
“Pertama adalah karakter moral. Moral yang baik akan terbentuk melalui kedekatan dengan nilai-nilai agama, seperti menjaga salat dan membaca Al-Qur’an bagi umat Islam. Kedua, karakter intelektual dengan terus menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Ketiga, karakter kinerja, yaitu kemampuan untuk bekerja keras dan berkarya,” jelasnya.
Selain itu, Anwar Hafid juga menekankan pentingnya peran hati dalam membentuk perilaku manusia. Menurutnya, hati yang baik akan melahirkan tindakan yang baik pula, sehingga pembinaan moral dan spiritual harus menjadi fondasi utama bagi generasi muda.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga mengajak para pelajar untuk mendukung program Gerakan Siswa Cinta Masjid yang sebelumnya telah dicanangkan di Kabupaten Donggala. Ia berharap para siswa membiasakan diri mencintai rumah ibadah sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Sulawesi Tengah pernah dicap sebagai daerah dengan peredaran narkoba terbesar ketiga di Indonesia. Ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Karena itu saya mengajak anak-anakku semua menjadi pionir untuk melawan narkoba dan menjadikan Sulawesi Tengah bersih dari narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah, Ferdinand Maksi Pasule, dalam sosialisasinya menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda karena dapat merusak masa depan serta kualitas sumber daya manusia.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
“Peredaran narkoba tidak akan berhenti jika masih ada yang mengonsumsi. Karena itu peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Endi Sutendi, Gubernur Sulawesi Tengah periode 2011–2021 Longki Djanggola, Gubernur Sulawesi Tengah periode 2021–2025 Rusdy Mastura, Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Alwi bin Saggaf bin Muhammad Aljufri, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan siswa SMA dan SMK se-Kota Palu.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap terbangun sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, serta masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan terbebas dari pengaruh narkoba demi terwujudnya Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera.**

