PALU- Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, memberikan klarifikasi atas dugaan terhadap dirinya telah menerima aliran dana sebesar Rp200 juta dari seorang pengusaha Jakarta yang bernama Rosi .
Rusdy Mastura menegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar.
“Dimana dia (Rosi) kasih duit saya? supaya saya tahu jelas. Jangan tuduhan itu jadi fitnah bilang ke dia!” kata Gubernur Rusdy Mastura, Rabu (22/11).
Gubernur mengaku, dia benar-benar tidak terima dirinya disebut-sebut menerima uang, apalagi keperluannya untuk membiayai persiapan pelantikannya kala itu.
Bahkan menurut Cudy, sapaan akrab Gubernur Rusdy Mastura, bukan hanya dirinya yang tidak terima atas tuduhan itu. Tapi orang-orang dekat dan para pendukungnya juga.
“Banyak orang-orang fanatik saya marah soal tuduhan itu. Mereka tidak percaya dan minta diluruskan isu terima uang,” tegas Cudy.
Ia juga menyinggung pencatutan namanya yang sering dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Sekarang banyak yang suka bawa-bawa nama dan mengaku dekat dengan gubernur l, atau pejabat ini dan pejabat itu,” ungkap mantan Wali Kota Palu dua periode ini.
Olehnya itu, Cudy berharap kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pencatutan namanya, silahkan berurusan antara mereka. Jangan kaitkan atau sengaja menghubung-hubungkan dengan dirinya sebagai Gubernur Sulawesi Tengah.
“(pinjam meminjam uang) Itu urusan kalian. Jangan bawa-bawa saya. Silahkan kalian yang berurusan. Jangan seret-seret saya sebagai Gubernur dong,” pungkasnya mengingatkan.
Adanya tudingan itu menyusul adanya pemberitaan terkait Direktur Utama (Dirut) PT Tambang Batu Sulteng, Mansur Latakka, yang menjadi sorotan. Dimana setelah menjabat sebagai Dirut anak perusahaan Perusda Sulteng, sejumlah kontroversi muncul, termasuk dugaan penipuan terhadap seorang pengusaha perempuan asal Jakarta bernama Rosi.
Perhatian publik semakin terfokus setelah muncul informasi bahwa uang Rp1,7 miliar dari Rosi kepada Mansur Latakka melibatkan nama Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura. Dimana Rosi mengaku telah memberikan uang gubernur sebesar 200 juta.
Reporter: IRMA