PALU– Peringatan Hari Buruh Internasional diselenggarakan oleh LKS Tripartit Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan dihadiri kurang lebih 500 peserta dari unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja/buruh, berlangsung di Milenium Waterpark, Jl. Wolter Monginsidi, pada Ahad (3/5).
Dalam sambutannya, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk mendorong optimalisasi peran LKS Tripartit telah terbentuk sekitar satu tahun terakhir, namun dinilai belum berjalan maksimal.
“Pemerintah Provinsi Sulteng berkomitmen untuk memaksimalkan peran LKS Tripartit sebagai ruang dialog efektif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Tahun ini, kami mendorong penguatan kelembagaan, termasuk dukungan anggaran, agar LKS tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar hadir dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan,” ujar Gubernur.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya membangun hubungan industrial lebih adil dan partisipatif di Sulteng, terutama di tengah berbagai tantangan ketenagakerjaan masih dihadapi oleh kaum buruh.
Sementara, Ketua Panitia kegiatan yang juga Ketua Aliansi Buruh Tadulako, Abd. Wahyudin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen Pemerintah Provinsi dalam momentum penting tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur beserta jajaran. Ini menjadi harapan baru bagi kami agar LKS Tripartit ke depan tidak lagi berjalan stagnan, tetapi benar-benar menjadi ruang bersama untuk memperjuangkan dan menyelesaikan persoalan riil dihadapi buruh di Sulteng,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa momentum peringatan Hari Buruh Internasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa perlindungan, kesejahteraan, dan keadilan bagi pekerja masih harus terus diperjuangkan secara kolektif.
Aliansi Buruh Tadulako (ABT) menyatakan kesiapan untuk terus terlibat aktif dalam mendorong optimalisasi peran LKS Tripartit, sekaligus memastikan bahwa forum tersebut benar-benar menjadi wadah dialog sosial hidup, terbuka, dan berpihak pada kepentingan bersama.
Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, guna menciptakan hubungan industrial harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan di Provinsi Sulteng.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh, Wakil Gubernur Reny Arniwaty Lamadjido, jajaran Forkopimda, serta Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tengah, Dony K. Budjang. Dari unsur pengusaha hadir APINDO, sementara unsur pekerja/buruh tergabung dalam Aliansi Buruh Tadulako (ABT).
Aliansi Buruh Tadulako (ABT) merupakan gabungan tujuh serikat pekerja/buruh, yakni KSBSI, FSPMI, FNPBI, SBSI, KEPSI, FSPKEP, dan PPMI.**

