PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid,menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menjalankan amanah pemerintahan tidak hanya terletak pada kecakapan administrasi, tetapi juga pada kejernihan nurani dan keteguhan hati. Hal tersebut disampaikannya pada hari ketiga Retret Kepala Dinas Lingkup Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Masjid Raya Baitul Khairaat, Ahad (1/2/).

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid mengapresiasi kesungguhan seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan retret hingga hari ketiga. Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat integritas pribadi, spiritualitas, serta keikhlasan dalam melayani masyarakat.

“Saya berharap kita semua betah sampai besok (senin) subuh. Gunakan waktu ini untuk memperkuat nurani dan hati kita. Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kita menjadi dai-dai Allah,” ujar Gubernur di hadapan para Kepala Dinas.

Menurutnya, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejatinya tengah dibina menjadi aparatur yang membawa misi kebaikan dalam birokrasi. Ia menyebutnya sebagai “tim sukses Allah”, yakni pemimpin yang mampu mengampanyekan nilai kejujuran, keteladanan, dan akhlak mulia dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik.

“Kita ini sedang di didik menjadi tim sukses Allah. Semakin banyak kita mengampanyekan Allah kepada manusia, tentu Allah akan senang kepada kita. Tapi sebelum itu, kita harus mengisi diri agar tidak salah dalam berkata dan bertindak,” tambahnya.

Retret yang diikuti seluruh kepala dinas lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini telah berlangsung sejak Jumat dan dijadwalkan berakhir pada Senin dini hari. Selama tiga hari, peserta mengikuti agenda pembinaan intensif yang mencakup ibadah berjamaah, kajian keislaman, tausiyah, serta diskusi reflektif mengenai etika birokrasi dan tanggung jawab aparatur negara.

Kegiatan ini menjadi terobosan pembinaan aparatur daerah dengan memadukan nilai-nilai religius, kearifan lokal, dan prinsip tata kelola pemerintahan modern. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap, melalui kegiatan ini, lahir pemimpin birokrasi yang berintegritas, berakhlak mulia, dan semakin berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat.***