PALU – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Gubernur, Anwar Hafid menggelar rapat koordinasi untuk membahas sejumlah persoalan strategis yang memerlukan penanganan cepat, terpadu, dan lintas sektor. Rapat berlangsung, di Makodam XXIII/Palaka Wira, Kamis (29/01).
Rapat tersebut dihadiri Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulteng, Irjen Pol Endi Sutendi, serta seluruh jajaran Forkopimda Provinsi Sulteng.
Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya kesamaan langkah dan soliditas Forkopimda dalam merespons dinamika daerah yang terus berkembang.
Menurutnya, berbagai tantangan di bidang keamanan, sosial, ekonomi, hingga penegakan hukum hanya dapat ditangani secara efektif melalui koordinasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Kami Forkopimda lengkap dan semua hadir tanpa diwakili, baru selesai melakukan rapat rutin bulanan,” ujar Anwar Hafid.
Dalam rapat tersebut, Forkopimda dan Pemerintah Provinsi Sulteng membahas sejumlah agenda penting dan mendesak, di antaranya pemetaan potensi bencana sebagai langkah antisipatif, penertiban pertambangan tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan, serta penguatan penanganan peredaran narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah bersama Forkopimda berkomitmen memperkuat pengawasan, termasuk terhadap pertambangan ilegal dan peredaran narkoba, agar Sulawesi Tengah tetap tertib, aman, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Anwar Hafid menambahkan, pemerintah provinsi akan segera membentuk satuan tugas penertiban tambang ilegal, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.
Ia menegaskan peran aparat keamanan sangat penting dalam menjaga stabilitas, mencegah konflik horizontal, melindungi investasi strategis, serta memastikan masyarakat tidak dirugikan.
“Kita akan membentuk tim satgas penertiban dengan dua poin utama, yakni mengusulkan kepada pemerintah pusat agar CPM dapat menghibahkan lahannya kepada masyarakat sekitar, serta mendorong kemitraan antara perusahaan dan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, rapat juga membahas langkah pemberantasan narkoba. Gubernur menegaskan narkoba merupakan ancaman serius yang harus diperangi bersama oleh pemerintah dan masyarakat.
“Kedua, penanganan narkoba, ini adalah perang yang akan dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri, Forkopimda turut memberi perhatian pada stabilitas ekonomi dan ketersediaan bahan pokok. Pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di Sulteng juga akan diperketat sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan daerah.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Gubernur Anwar Hafid berharap Forkopimda dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan terukur demi menjaga stabilitas daerah, memperkuat rasa aman, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
“Ketiga, mengantisipasi Lebaran, kita antisipasi harga bahan pokok, perubahan cuaca ekstrem, dan potensi rawan bencana,” pungkasnya.*

