PALU- Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta agar pemerintah menegakkan sistem pemerintahan Khilafah.
“Tegakkan khilafah. Khilafah adalah ajaran Islam, sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), hanya Khilafah yang mampu menerapkan syariat Islam secara kaffah. Sebuah negara yang dapat mewujudkan konstruksi sosial sesuai ajaran Islam,” desak Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sulteng, Dulman dalam aksi unjuk rasa depan kantor DPRD Provinsi Sulteng, Selasa (30/11).
Dalam aksi unjuk rasa damai itu. ada lima hal menjadi tuntutan dan pernyataan sikap, selain penegakkan khilafah.
“Agar Permenristekdikti Nomor 30 tahun 2021, dicabut. Lalu tolak upaya liberalisasi perguruan tinggi, oleh pembiayaan berbasis utang,” kata Dulman.
Selanjutnya, tinggalkan paradigma sekuler dalam membentuk norma kehidupan bermasyarakat. Sebab itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan mendapatkan masalah berupa kesempitan di dunia dan dikumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.
Kemudian, terapkan syariat Islam dalam upaya menghapus kekerasan seksual dan tindakan asusila yang merusak perilaku masyarakat.
Reporter: IKRAM
Editor: NANANG

