PALU – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah (Sulteng), menggelar rapat kerja wilayah (rakerwil), di Palu, Sabtu hingga Ahad (29-30/11).

Agenda strategis selama dua hari hingga Ahad (30/11) itu difokuskan pada penguatan kaderisasi dan pelayanan publik sebagai fondasi menuju target kemenangan pemilu mendatang.

Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Ustadz Muhammad Wahyuddin, menegaskan bahwa Rakerwil kali ini difokuskan pada penguatan K2P2 (Kader, Kaderisasi, dan Pelayanan Publik).

Menurutnya, tiga hal tersebut menjadi amanah utama partai dalam membangun struktur yang solid, guna meraih kemenangan pemilu.

Ia menjelaskan, dalam satu tahun ke depan, PKS Sulteng menargetkan terbentuknya kader dengan karakter bersih, peduli, profesional, dan memiliki jiwa kenegarawanan.

Selain itu, kata dia, partai juga menaruh perhatian besar pada peningkatan jumlah anggota dan pembimbing sebagai bagian dari kewajiban undang-undang yang mengatur bahwa partai politik harus menjalankan kaderisasi secara berjenjang dan berkelanjutan.

“Untuk memastikan proses tersebut berjalan efektif, sistem pembinaan anggota terus diperkuat dengan target kehadiran minimal 75 persen dalam setiap aktivitas pembinaan,” katanya.

Ustadz Wahyu, sapaan akrabnya, menjelaskan, pengawasan keaktifan kader penting dilakukan agar seluruh proses pembentukan berjalan terkontrol dan terarah.

Selain kaderisasi internal, PKS Sulteng juga menggerakkan Program Gerakan Sulteng Membina (GSM) dengan target 1.211 kader merekrut masing-masing dua orang dalam kurun satu tahun ke depan.

Dengan skema tersebut, kata dia, pada 2026 mendatang diharapkan terjadi lonjakan signifikan jumlah kader baru yang siap dibina secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, partai juga menghadirkan Program Garuda Keadilan, sebagai ikhtiar agar anak-anak kader itu diberikan ruang berekspresi, sehingga tidak terjadi nantinya hal-hal yang tidak diharapkan.

“Misalnya ada anak kader yang membenci aktivitas orang tuanya. Mereka boleh jadi memiliki kecenderungan politik. Nah kecenderungan politik ini kalau kita tidak arahkan, khawatirnya nanti beda partai dengan orang tuanya,” jelasnya.

Pembukaan Rakerwil dirangkai penyerahan buku laporan kinerja anggota Fraksi PKS di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah selama satu tahun terakhir.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyampaikan, sejak dilantik pada 25 September 2024 untuk masa jabatan 2024–2029, pihaknya berkomitmen bekerja sebagai etalase partai melalui pengabdian di parlemen.

Menurut Wiwik, seluruh kerja fraksi dilaksanakan berdasarkan arahan struktur partai sebagai bentuk konsistensi perjuangan.

Ia mengakui bahwa satu tahun bukan waktu yang panjang, namun kinerja tetap harus dibuktikan melalui kerja nyata.

“Kami menyadari masih ada pihak yang mungkin belum puas dengan kinerja kami. Atas itu kami memohon maaf, namun kami berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan pengabdian,” ujarnya.

Pembukaan Rakerwil DPW PKS Sulawesi Tengah ini dihadiri Sekretaris DPW PKS Sulteng, Ketua MPW PKS Sulteng, Ketua DSW PKS Sulteng, para anggota DPRD provinsi serta kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, dan sejumlah pihak terkait lainnya.