Gelar Babuk, Polisi Pamer Bom Rakitan dan Senpi FN-45 Milik DPO

oleh -
Gelar barang bukti kelompok Ali Kalora cs bertempat di Aula Andi Sappa Polres Poso pada Kamis (16/04). (FOTO ANCHU)

POSO- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah yang tergabung dalam operasi pengejaran kelompok sipil bersenjata pimpinan, Ali Kalora cs, dengan sandi operasi Tinombala 2020 kembali menemukan puluhan jenis barang bukti milik kelompok tersebut. Puluhan barang bukti merupakan hasil temuan pasca terjadinya penembakan anggota polisi di halaman gedung Bank Syariah Mandiri (BSM), dan kontak tembak di Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota pada Rabu (15/04).

Bertempat di Aula Andi Sappa Polres Poso, pada Kamis (16/04), seluruh barang bukti diduga milik DPO yang tewas tertembak oleh aparat gabungan TNI-Polri, Ali alias Darwin Gobel dan Muis Fahron alias Abdullah.

Barang bukti tersebut diantaranya senjata api pistol jenis FN-45, sisa serpihan material bom rakitan berupa paku dan gotri, puluhan amunisi berbagai kaliber, serta beberapa barang bukti lainnya seperti motor dan pakaian.

Kapolda Sulteng Irjen Polisi Safril Nursal yang memimpin langsung gelar barang bukti tersebut, dalam keterangan persnya kepada sejumlah media mengatakan, gelar barang bukti tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi pihak kepolisian, jika kelompok pimpinan Ali Kalora di Poso sangat berbahaya karena memiliki senjata api, bom dan amunisi berbagai kaliber.

“Setelah kita lakukan gelar Babuk, maka kita bisa menjadikan evaluasi serta warning buat kita semua khususnya aparat kepolisian jika para DPO kelompok Ali Kalora Cs, sangat berbahaya,” katanya.

Selain menggelar barang bukti milik para DPO, dalam kesempatan itu, juga menggelar barang bukti senjata api jenis M-16 bersama amunisinya milik korban anggota Polisi Briptu Ilham.

Kapolda Sulteng menjelaskan, barang bukti tersebut juga selanjutnya akan digunakan sebagai alat pengembangan dan pengungkapan kasus teroris pimpinan Ali Kalora cs di Poso.

“Jadi setelah kita gelar semuanya dan saksikan secara bersama-sama, terdapat beberapa jenis babuk yang cukup menonjol, seperti Senpi, material bom rakitan serta temuan puluhan amunisi aktif dari berbagai kaliber,’’ jelas Kapolda.

Pihak Kepolisian mengakui, sehari pasca terjadinya aksi penembakan salah seorang anggota Kepolisian di Poso Briptu Ilham, situasi keamanan tetap kondusif serta aktifitas perekonomian warga tetap berjalan seperti biasa. Kondisi korban tembak juga kini diinformasikan sudah membaik dan terus menjalani perawatan secara intensif di RS. Bhayangkara Polda Sulteng.(Anchu)