Geger, Warga Bahodopi Temukan Mayat Bayi Terapung di Laut

oleh
Warga Desa Fatufia, Bahodopi, Morowali Utara menyaksikan mayat bayi yang akan dibawa ke Puskesmas setempat. (FOTO: MAL/HARITS)

MOROWALI- Warga Desa Fatufia Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah, digegerkan dengan penemuan mayat seorang bayi, terapung di laut di bawah kolong Rumah milik Warga Dusun V Kurisa, pada Senin (21/09) tadi.

Kapolsek Bahodopi IPTU Zulfan SH mengatakan sekitar pukul 09.40 Wita Personil Polsek Bahodopi tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sudah mendapatkan mayat tersebut sudah berada di rumah warga.

Polisi selanjutnya langsung melakukan olah TKP dan melakukan wawancara terhadap saksi-saksi yang menemukan pertama kali mayat bayi tersebut.

Menurut Zulfan setelah itu petugas kemudian membawa mayat bayi tersebut ke Puskesmas Bahodopi untuk dilakukan visum.

Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap siapa ibu dari mayat bayi tersebut.

Mayat bayi tersebut dimakamkan di pemakaman umum setempat.

“Jadi anggota di lapangan langsung melakukan olah TKP membawa mayat bayi ke Puskesmas Bahodopi, memeriksa saksi-saksi serta memakamkan mayat bayi di TPS setempat yang dibantu warga,” katanya.

Adapun kronologis kejadian sesuai keterangan dari saksi yang menemukan mayat bayi bahwa pada hari Senin tanggal 20 September 2020 sekitar jam 09.15 Wita, seorang warga Lili  Raafi sedang berbelanja di kios yang letaknya tidak jauh dari tempat penemuan mayat bayi.

Pada saat hendak pulang menuju kos tempat tinggalnya, Lili Raafi melihat benda mirip manusia di bawa kolong rumah warga. Kebetulan saat itu air laut dalam keadaan surut namun saat itu Lili mengira hanya boneka sehingga Lili langsung memanggil pemilik kios, Mama Dani dan melihatnya bersama.

Saat diperhatikan, keduanya baru yakin kalau yang mereka temukan adalah bayi manusia dan sudah dalam posisi tidak bernyawa. Keduanya menduga kalau mayat tersebut merupakan mayat dari bayi yang baru dilahirkan.

Tak lama kemudian, warga pun geger dan berkumpul menyaksikan mayat bayi tersebut. Masyarakat pun mengangkat mayat tersebut dari bawa kolong rumah dan disimpan di teras rumah milik warga, Mama Sigit.

Reporter: Harits
Editor: Nanang

Donasi Bencana Sulbar