FPTI Sulteng Sukses Utus Dua Atlet Panjat Tebing di Seleknas 2020

oleh
Moh. Zevary saat bertemu dengan atlit nasional panjat tebing asal Sulteng, Gaspar Jaelolo di pusat pelatihan atlet di Jakarta (FOTO : IST).

PALU  – Pengurus daerah (Pengda) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengutus dua atlet  panjat tebing mengikuti seleksi nasional (seleknas) tahun 2020.

Dua atlet tersebut berasal dari Tolitoli dan Kota Palu. Dari Tolitoli bernama, Moh. Naufal, kelahiran 14 Februari 2003, alamat Jalan Cendrawasih Tolitoli. Sedangkan dari Kota Palu bernama, Moh. Zevary Dziaul Safiq, kelahiran 14 Juli 2005, yang beralamat di Perumahan Teluk Palu Permai, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore.

Dua atlet tersebut direkomendasikan pengurus FPTI Sulteng dalam nomor spesialisasi Lead dan Boulder.

Ketua Pengda FPTI Sulteng, Moh. Amin Panto saat melantik pengurus Pencab FPTI Kota Palu Periode 2017-2021, di Salah satu kafe di Kota Palu. Kamis 29 Oktober 2020 sore, mengaku sangat bangga kepada atlet-atlet panjat di Sulteng yang semakin hari semakin memperlihatkan kemampuan dalam bersaing dengan daerah lain.

“Dua atlet saat ini mewakili Sulteng. Satu diantaranya dari Kota Palu, saat ini sedang berkompetisi untuk seleksi nasional untuk kelompok umur di Jakarta, dan mari kita sama-sama mendoakan dan mendukung itu, agar supaya Kota Palu masih bisa dilihat oleh Indonesia secara umum, bahwa kita sudah pulih, bisa cepat kembali dari hantaman bencana yang melanda kita 2018 lalu,” tekannya.

Bahkan, Amin mengaku optimis Sulteng memiliki banyak atlit panjat tebing yang memiliki potensi besar, salah staunya adalah Zevary, yang kini menjadi salah satu andalan Sulteng, yang telah lolos melewati seleksi ketat di tingkat daerah.

Amin Panto mengaku, pengurus provinsi sangat percaya kepada pengurus federasi yang ada di Kota Palu dan daerah kabupaten, yang memiliki visi misi yang sama dengan pengurus provinsi.

“Pengurus federasi provinsi akan terus berkomitme,n terus melaksanakan fungsi yang memfasilitasi, mendukung dan mensuport apa yang akan dilakukan pengurus kabupaten dan kota. Karena teman-teman yang ada di Kota Palu dan kabupaten yang berhubungan langsung dengan atlit,” ucapnya.   

Kata dia, pembuktian pertama pasca bencana 2018 lalu, Sulteng sudah bisa membuktikan ditingkat nasional, bahwa atlet dari Kabupaten Sigi, Faranza untuk kelompok umur sudah bisa meraih juara tiga nasional.  Hal itu menunjukan bahwa  Sulteng mampu untuk itu.

Sehingga diksempatan itu, sebagai penggerak pengurus di provinsi. Khususnya pengurus yang ada di Kota Palu dia meminta untuk terus memberi perhatian kepada teman-teman atlit.

“Jangan sungkan mengkomunikasikan dengan provinsi. Baik menyangkut sarana dan prasarana, baik menyangkut peningkatan kapasitas, maupun dalam hal kelengkapan peralatan, kita akan selalu sama-sama, apapun program teman-teman itulah program kami yang ada di provinsi. Teruslah kita bekerjasama, untuk mengembangkan olahraga ini. Olahraga ini adalah olahraga yang sangat positif, yang terbukti mampu menekan persoalan-persoalan social khususnya kepemudaan,” tegasnya.

Dipenghujung, Amin berharap, FPTI kabupaten dan kota bersama-sama menunjukan kepada orang-orang disekitar, pemerintah, baik daerah maupun pusat bahwa Sulteng dapat melakukan hal-hal yang positif melalui jalur panjat tebing.

“Mereka ini asset daerah, penerus-penerus kita. Itulah yang coba kami kembangkan untuk menunjukan bahwa kami bisa berprestasi,” tandasnya. (YAMIN)  

Iklan-Paramitha