FPK Palu Dilibatkan dalam Penerimaan Akpol Tahun 2020

oleh -475 Kali Dilihat
Ketua FPK Kota Palu, Sumitro Nento (kiri) bersama Dalpers Ro SDM Polda Sulteng, Kompol Putu Hendra Binangkari (tengah) saat menerima Surat Tugas Anggota FPK sebagai Panitia Pengawas Eksternal Penerimaan Akpol Polda Sulteng Tahun 2020. (FOTO: IST)

PALU – Pengurus Daerah (PD) Front Pemuda Kaili (FPK) Kota Palu dilibatakan dalam perekrutan Akademi Kepolisian (Akpol) di wilayah Polda Sulawesi Tengah, Tahun 2020.

“Alhamdulillah, seperti yang dijanjikan Pak Kapolda kemarin bahwa kita akan dilibatkan lagi dalam penerimaan Akpol Tahun 2020. Hari ini kita sudah menerima surat tugasnya,” kata Ketua FPK Kota Palu, Sumitro Nento kepada MALOnline, Jumat (03/07)

Menurutnya, surat tugas tersebut diserahkan oleh Dalpers Ro SDM Polda Sulteng, Kompol Putu Hendra Binangkari kepadanya.

Sumitro juga meluruskan adanya klaim oknum yang mengatasnamakan FPK dalam proses perekrutan anggota Polri tersebut.

“Setelah ada penjelasan sekaligus meneliti keabsahan ormas FKP, maka persoalan tersebut telah tuntas. Memang ada kekeliuran penunjukan ormas yang mengatasnamakan FPK, namun juga setelah kita luruskan dengan memprotes hal itu dan mengemukakan bahwa FPK yang punya legalitas adalah kami, akhirnya mereka menerima sehingga kami langsung diberikan surat tugas sebagai panitia pengawas eksternal,” jelas Sumitro.

Terkait itu, tambahnya, pihaknya telah merekomendasikan dua anggotanya dalam kepanitiaan tersebut.

“Karena tanggal 5 Juli ini mereka sudah mulai melakukan pengawasan itu. Untuk penerimaan Akpol ini berlaku sampai dengan bulan Juli 2020, namun kemudian dilanjut sampai Agustus untuk Bintara dengan kuota ada sebanyak 2 ribu yang telah mendaftar online,” bebernya.

Pihaknya sendiri akan memback-up proses perekrutan tersebut secara profesional dan memastikan bahwa mereka pantas menjadi seorang polisi.

“Tentunya dalam hal ini kami tidak serta merta begitu saja, namun kami akan mengawal proses perjalanan mereka secara profesional untuk menjaga jangan sampai FPK hanya dianggap sebagai figuran,” kuncinya. (HAMID)