PALU – 16 Pejabat Tinggi Pratama di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, telah dilantik oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, di Gedung Kesenian Kota Palu, Rabu (07/01).

Ke-16 pejabat tersebut yaitu Yudhi Riyani Firman sebagai Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya. Nathan Pagasongan yang sebelumnya menjabat Kasatpol-PP, kini menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan.

Di posisi Sekretaris DPRD Kota Palu, ada nama Nawab Kursaid dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang sebelumnya dipimpin Zulkifli, kini digantikan Irmawati Alkaf. Zulkifli sendiri menduduki posisi baru sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja, menggantikan Setyo Susanto.

Selanjutnya dr. Royke Abraham mengisi jabatan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Royke sebelumnya menjabat Kadis Pengendalian Penduduk dan KB yang kini dijabat Ridwan Mustafa.

Ansyar Sutiadi yang sebelumnya menjabat Kaban Kesbangpol, kini dipercayakan menggantikan posisi Amiruddin sebagai Kadispora. Selanjutnya, Amiruddin menduduki jabatan baru sebagai Kadis PMPTSP Kota Palu.

Sementara Asharrini Mastura kini menjabat sebagai Kadis Kearsipan dan Perpustakaan. Ia sebelumnya menjabat Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan yang saat ini dijabat oleh Lukman.

Sementara Mohammad Ridwan Karim yang sebelumnya menjabat Kadis Kominfosantik, kini berada di posisi baru sebagai Kadis Pariwisata. Jabatan Kadis Kominfosantik kini dipercayakan kepada Muhamad Akhir Armansyah.

Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah saat ini dijabat John Yus Madoli, menggantikan Abidin yang telah dilantik sebagai Kaban Kesbangpol

Terakhir, Didi Bakran dilantik dalam jabatan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Palu.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, mengatakan, mutasi bukanlah penilaian bahwa pejabat yang dipindahkan tidak berkinerja baik, melainkan upaya untuk memantapkan gerak kerja organisasi.

“Justru saudara-saudara adalah figur terbaik yang telah mendampingi kami selama satu periode kepemimpinan,” ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa capaian kinerja para pejabat selama ini menunjukkan hasil yang baik, namun masih diperlukan penguatan di beberapa sisi untuk menutupi kekurangan yang ada.

Oleh karena itu, tambahnya, mutasi dilakukan sebagai langkah penyempurnaan.