Fitri, Atlet Takraw Sulteng Berprestasi yang Terpinggirkan, Tetap Memberikan Kontribusi untuk Daerah

oleh -
Fitri

PALU – Fitri, seorang atlet takraw berprestasi yang telah menyumbangkan sejumlah medali di tingkat daerah, nasional, dan internasional, kini menjalani kenyataan pahit sebagai pegawai honorer di Dinas Pendidikan Kota Palu. Meskipun telah menjadi kebanggaan Sulawesi Tengah, prestasinya terabaikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota Palu. Dirumahkan pada tahun 2010 tanpa perpanjangan kontrak honorer, Fitri membagikan kisah perjuangannya dan kekecewaannya, menyoroti bahwa bakat dan dedikasinya tidak mendapatkan apresiasi yang seharusnya.

Fitri, yang sejak tahun 2008 menjadi honorer di Dispora Sulteng, berbagi pengalaman tentang pengorbanannya. Meskipun dikecewakan dengan ketidakperpanjangan kontrak pada tahun 2010, dia tidak pernah meninggalkan kemahirannya dalam sepak takraw. Saat ini, Dia telah mendidik lebih dari 20 anak, membimbing mereka untuk menjadi atlet takraw yang berprestasi.

“Ini semua saya lakukan karena kecintaan saya terhadap daerah ini. Biarlah saya tidak diperhatikan, saya tetap berbuat baik,” akunya kepada Media Alkhairaat, Senin (8/1).

Meskipun menghadapi tantangan sebagai pegawai honorer, Fitrih menunjukkan keberanian dan semangatnya dengan terus memberikan kontribusi positif melalui pembinaan anak-anak menjadi atlet takraw berprestasi. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang yang menghadapi ketidakadilan dan kesulitan dalam pengembangan bakat mereka.

Kisah Fitrih mencerminkan realitas yang sering dihadapi oleh banyak atlet berprestasi yang terpinggirkan setelah masa gemilangnya. Meskipun menghadapi kesulitan, Fitrih tetap berdedikasi pada kemahirannya dan memberikan kontribusi positif untuk generasi mendatang. Kisahnya adalah panggilan untuk refleksi tentang perlunya memberikan dukungan dan apresiasi kepada para atlet yang telah memberikan kehormatan bagi daerah dan negara mereka.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG