PALU – Ajang Festival Film Pelajar Sulawesi Tengah (FFPST) menjadi pemantik bagi sejumlah pelajar dalam menuangkan ide kreatif mereka, dalam memproduksi film menarik agar bisa diterima oleh masyarakat serta menjadi edukasi pada hal-hal positif.

Ajang festival tersebut sekaligus menambah pengalaman serta kekayaan khasanah pengetahuan pada perfilman bagi pelajar mengikutkan karyanya.

Menurut Pelajar SMKN 1 Poso Pesisir Eodia Tomina mengatakan, dalam penggarapan sebuah film tidak segampang kita bayangkan, bahkan banyak hal terjadi diluar prediksi diantaranya seperti cuaca tidak mendukung ,peralatan macet.

“Tapi hal tersebut menjadi pengalaman baru,seru dan menyenangkan,apalagi ketika syuting rasa kebersamaan dan persaudaraan lebih terasa, berasa ada keluarga baru,” tutur Eodia.

Selaku produser sebut dia, mendapatkan ilmu perfilman selain magang dan guru tamu, selebihnya dirinya belajar secara otodidak.

Pelajar SMA Al-Azhar Mandiri Palu Mohamad Ardiatama Hibrizi menjelaskan, menceritakan dalam produksi sebuah film tidak mudah, sebelum perekaman mulai dari penyusunan script,pencarian ide, ada saja hal terjadi diluar prediksi.

Dalam pencarian ide, sebut dia, dirinya tidak sama dengan lainnya dan hal tersebut menjadi tantangan dan pembelajaran tersendiri.

Ia menyebutkan, dalam festival film pelajar Sulawesi Tengah, SMA Al Azhar mengikutkan tiga karya film diantaranya teleskoplastik, karambana dan Phisis.

Hal senada disampaikan oleh Pelajar SMKN 1 Sigi Yanuar Maulana memproduksi film senandung, penggarapannya tidak semudah dibayangkan, film dibuat harus bisa menginspirasi bagi masyarakat ke hal-hal positif.

“Film dibuat bukan cuma di nonton ,tapi bagaimana caranya menarik masyarakat dan melakukan hal-hal positif,” pungkasnya.

Reporter: IKRAM/Editor: NANANG