Fatayat NU dan PGMNI Laksanakan Percepatan Vaksinasi di Madrasah

oleh -

SIGI – Fatayat NU Sulawesi Tengah dan Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Sulawesi Tengah atas dukungan NGO YAPPIKA dan bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi, melaksanalan program percepatan vaksinasi untuk siswa madrasah, guru dan orang tua siswa dan siswi madrasah se-Kabupaten Sigi. Kegiatan ini dimulai Rabu sampai Jumat (24-26/11) besok.

Percepatan vaksinasi tersebut bertempat di lima titik madrasah sebagai sentral penyelenggaraan, yakni, MAN Sigi tempat pelaksanaan bagi KKM MA se-Kab.Sigi, MTs Alkhairaat Biromaru, MTs Alkhairaat Dolo, MTs Alkhairaat DDI Lonja dan di Balai Pertemuan Kantor Desa Kapiroe Kecamatan Palolo untuk MTs Alkhairaat Bobo.

Ketua Fatayat NU Sulawesi Tengah Zulfiah, mengatakan, pelaksanaan program vaksinasi yang dilaksanakan Fatayat NU, dengan mengambil lokasi madrasah se-Kab.Sigi diawali dengan pemberian sosialisasi/pra vaksinasi kepada guru madrasah, siswa dan siswi madrasah, serta kepada orang tua siswa bagi yang belum melakukan vaksinasi.

Kegiatan ini, menurutnya, bahagian dalam membantu pelaksanaan program pemerintah untuk percepatan pemberian vaksinasi, khususnya kepada madrasah yang ada dalam wilayah Kabupaten Sigi.

“Program vaksinasi ini menjadi tanggung jawab bersama tidak pemerintah,” terangnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi diwakili Kepala Seksi Pendidikan Islam Yahya Y.A Landua mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Fatayat NU Sulteng, Ngo YAPPIKA, PGMNI dan kepada Kepala Puskesmas Tanambulava dr.Hj.Diah Ratnaningsih yang memberikan materi tentang pentingnya vaksinasi.

Lebih jauh Yahya Y.A Landua dan juga selaku unsur Ketua MUI Kabupaten Sigi sangat mengharapkan pada pelaksanaan vaksinasi di madrasah se Kabupaten Sigi, agar segera tuntas. Sehingga tidak ada lagi kendala pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka di madrasah yang selama ini masih dilaksanakan secara terbatas atau melalui daring/pembelajaran jarak jauh.

“Karena hal tersebut sangat memberatkan bagi siswa yang memiliki ekonomi sangat terbatas, karena tidak memiliki HP Android ataupun pulsa data,” ungkapnya.

Rep: Hady/Ed: Nanang