PARIMO – Empat sekolah terpencil di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mulai mendapat perhatian melalui program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran yang dijalankan PLN ULP Parigi, sesuai amanat Presiden.
Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Ibrahim, menjelaskan program tersebut menyasar sekolah yang hingga kini masih beroperasi di tengah keterbatasan listrik.
“Penilaian mereka sederhana, sekolah yang masih beroperasi, memiliki siswa, dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan akan menjadi prioritas bantuan,” ungkapnya, Jumat (29/8).
Empat sekolah yang menjadi target awal pemasangan listrik adalah SD Terpencil Siti Masita di Kecamatan Toribulu, SD Kecil Salubanga di Kecamatan Sausu, TK PKK Bukit Harapan, serta TK Aisyah Bustanul Atfal.
Ibrahim mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 72 sekolah terpencil di Parimo yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sekolah-sekolah tersebut juga akan diusulkan untuk masuk dalam program digitalisasi PLN pada tahap berikutnya.
“Kami berharap seluruh sekolah terpencil mendapatkan aliran listrik, sehingga bisa sejajar dengan sekolah lain, meskipun berada di daerah terpencil,” jelasnya.
Menurutnya, langkah PLN ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan dan mendukung proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang selama ini terkendala minimnya fasilitas listrik.