Dua Penghargaan CSR, Buah Kepedulian Pertamina kepada Masyarakat

oleh -59 Kali Dilihat
Operation Head DPPU Hasanuddin Maros, Yudho Wibowo saat menerima penghargaan. (FOTO: DOK. PERTAMINA MOR VII)

MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus pada ajang Nusantara CSR Awards yang diselenggarakan oleh La Tofi School of CSR, Rabu (15/09) tadi malam.

Penghargaan tersebut merupakan wujud pengakuan dan apresiasi publik atas pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) atau TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Raihan tersebut diperoleh untuk program CSR Aplikasi Probiotik untuk mendukung ketahanan pangan milik Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hasanuddin di Maros. Program yang satu ini memenangkan penghargaan dalam kategori integrasi program untuk dampak luas. Raihan kedua adalah program CSR Sekolah Anak Percaya Diri milik Integrated Terminal Makassar yang meraih penghargaan pada kategori Peningkatan Mutu Pendidikan.

La Tofi, Chairman dari La Tofi School of CSR, mengatakan, juri dari award ini meliputi praktisi, akademisi, jurnalis dan perwakilan dari pemerintahan.

Menurutnya, perusahaan yang mendapatkan penghargaan ini memang layak dan kredibel.

“Kedua program tersebut layak mendapatkan penghargaan di kategori masing-masing dan melakukan pendekatan yang kreatif diluar kewajaran untuk mampu membangun masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial,” ujar La Tofi.

Diketahui, Aplikasi Probiotik di Maros adalah program yang kegiatannya memproduksi mikroorganisme (bakteri) secara massal yang aman untuk penggunaan budidaya pertanian, perikanan dan peternakan. Hasil budidaya dengan memanfaatkan probiotik tersebut digunakan sebagai tambahan makanan bernutrisi warga di sekitar DPPU Hasanudin hingga berhasil direplikasi di Desa Cindakko, Kelurahan Tompobulu, Kabupaten Maros untuk pupuk tanaman dan budidaya udang vanname di Kabupaten Pinrang.

Program ini dipandang oleh dewan juri pantas dan meyakinkan memenangkan kategori tersebut. Program ini juga mampu mendatangkan tambahan pendapatan kelompok budidaya udang sebesar Rp 28.010.00,- setiap kali panen dari sebelumnya hanya menggunakan pakan biasa akibat rasio pakan yang berkurang.

Selain itu, perbaikan kualitas air, ketahanan udang terhadap penyakit dan limbah buangan yang ramah lingkungan menjadi dampak lain dari program ini.

Kelompok Petambak Udang di Wiringtasi Kecamatan Suppa saat memamerkan pakan alami probiotik yang mereka gunakan. (FOTO: DOK. PERTAMINA MOR VII)

Sedangkan Program Sekolah Anak Percaya Diri yang berlokasi di Kelurahan Pattingaloang, Ujung Tanah, Kota Makassar mampu membangun mental health anak-anak yang berlokasi di sekitar pelabuhan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) baik secara langsung maupun tidak langsung.

Program ini memberikan konseling dan treatment dengan cara yang mudah diterima anak-anak. Dampak dari program ini adalah peningkatan kepercayaan diri dari 57 anak yang bergabung meningkat hingga 68,4% dan meningkatkan keterampilan, minat dan bakat anak seperti kesenian dalam bentuk tari tradisional dan lainnya.

Area Manager Comm, Rel & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, mengatakan, penghargaan ini akan memacu kinerja dan inovasi sosial kemasyarakatan untuk menghadirkan program yang bisa membantu memecahkan permasalahan sosial dalam masyarakat.

“Kami terus melakukan inovasi dan menggali permasalah sosial yang ada melalui sosial mapping dan desain program yang matang agar mampu meringankan masalah sosial yang ada. Kolaborasi menjadi kunci dari suksesnya program CSR kami,” tutur Laode

Menurutntya, Pertamina sendiri mengimani prinsip-prinsip Environmental Social & Governance (ESG) dalam setiap langkah bisnis perusahaan. Prinsip tersebut diimani sangat kuat karena Perusahaan akan tumbuh beriringan dengan lingkungan dan komunitas sosial dengan memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

“Program CSR yang mendapatkan penghargaan tersebut telah mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDG’s) Nomor 8, yaitu Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan, Kesempatan Kerja dan Pekerjaan yang layak untuk Semua, TPB nomor 12 Menjamin Pola Produksi dan Konsumsi yang Berkelanjutan serta TPB nomor 4 Pendidikan yang berkelanjutan,” tutupnya. (RIFAY)