PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melantik Dewan Komisaris dan Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perseroda (Perusahaan Perseroan Daerah) PT Bangun Palu Sulawesi Tengah, di auditorium Kantor Wali Kota Palu, Senin (26/01) malam.

Mereka yang dilantik adalah Salim Binggoli, sebagai Dewan Komisaris, Sony Panukma Widianto sebagai Direktur Utama, serta Bashar Jazmati sebagai Direktur Kerja Sama dan Investasi.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyampaikan permohonan maaf karena pelantikan harus dimajukan dan digelar pada malam hari.

Hal tersebut dikarenakan adanya undangan mendadak dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait pembahasan pekerjaan di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Mengingat kedua direktur akan mendampingi saya untuk bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup besok siang,” ujar Hadianto

Dia menjelaskan, KEK merupakan kawasan strategis yang dibangun oleh Pemerintah Kota Palu sejak era Wali Kota Palu Rusdy Mastura, kemudian dilanjutkan pada masa kepemimpinan Hidayat.

Namun, kata dia, dalam perjalanannya, pengembangan kawasan tersebut menghadapi berbagai tantangan.

“Kita semua tahu bahwa pada tahun 2018 Kota Palu mengalami bencana alam, yang kemudian disusul pandemi Covid-19 pada tahun 2020 hingga 2022, serta dinamika politik baik nasional maupun lokal. Semua ini tentu sangat mempengaruhi perkembangan kawasan ekonomi khusus,” jelasnya.

Menurutnya, dengan mempelajari kondisi dan pengalaman yang telah berjalan, Pemerintah Kota Palu selaku pemegang saham terbesar PT Bangun Palu Sulawesi Tengah memutuskan untuk menetapkan jajaran direksi baru guna mendorong performa KEK ke arah yang lebih baik.

Dia menambahkan bahwa membangun dan mengembangkan kawasan ekonomi khusus bukanlah perkara mudah, karena penuh tantangan dan dinamika.

Namun demikian, Pemerintah Kota Palu berkomitmen memberikan dukungan maksimal agar kawasan tersebut dapat menjadi kawasan yang produktif bagi masyarakat.

“Kami berharap KEK tidak hanya produktif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan yang luas, mendorong peningkatan keterampilan hidup (life skill) masyarakat Kota Palu, serta berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia,” tambahnyq.

Hadianto optimistis, apabila KEK dapat dikelola dengan baik, maka Kota Palu tidak hanya tumbuh dari sisi ekonomi, tetapi juga berkembang dari sisi kualitas sumber daya manusianya.

“Karena KEK ini akan menjadi trigger yang sangat vital dalam mendorong pertumbuhan di semua aspek dan sektor yang dimiliki Kota Palu,” terangnya. ***