PALU – Ketua Majelis Pendidikan Pengurus Besar Alkhairaat, Yusri, menerangkan bahwa akreditasi sebagai langkah meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Alkhairaat. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Persiapan Akreditasi Satuan Pendidikan Alkhairaat se-Sulawesi Tengah yang digelar di Gedung PB Alkhairaat lantai II, Kamis (9/3) pagi.
Yusri menyoroti banyaknya program pendidikan yang kerap tidak memiliki tindak lanjut yang jelas. Menurutnya, akreditasi menjadi salah satu jawaban untuk memastikan program berjalan efektif dan terukur.
“Banyak program tidak ada tindak lanjutnya. Salah satu cara menjalankannya adalah lewat akreditasi. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagaimana kita menata administrasi, program, dan sistem sekolah agar menjadi lebih baik,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa akreditasi harus dimaknai sebagai upaya perbaikan menyeluruh, bukan hanya pemenuhan dokumen administratif. Dengan proses yang benar, sekolah akan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh ia menerangkan bahwa pentingnya membangun karakter peserta didik di tengah tantangan era digital. Menurutnya, fenomena perubahan perilaku anak akibat arus teknologi justru menjadi peluang bagi sekolah Alkhairaat untuk tampil sebagai solusi.
“Kita harus mampu menjawab kekhawatiran orang tua. Anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kemampuan mengaji, berceramah, hingga berbahasa Arab. Kalau ini tercapai, masyarakat pasti percaya pada sekolah kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alkhairaat Biromaru, Astia, memaparkan kondisi madrasah yang dipimpinnya. Ia menyebut, jumlah peserta didik terus meningkat hingga mencapai 183 siswa, menjadikan MI tersebut sebagai salah satu sekolah favorit di wilayahnya.
Namun demikian, peningkatan jumlah siswa belum diimbangi dengan ketersediaan sarana prasarana yang memadai. Dari total delapan ruang yang dimiliki, satu di antaranya bahkan terpaksa digunakan sebagai ruang belajar darurat.
“Kendala utama kami ada pada keterbatasan ruang dan lokasi yang sempit. Ini cukup memprihatinkan, padahal minat masyarakat sangat tinggi,” ungkap Astia.
Ia berharap adanya perhatian dan kunjungan langsung dari Ketua Umum PB Alkhairaat untuk melihat kondisi madrasah tersebut, sekaligus mendorong solusi terhadap keterbatasan fasilitas. Astia juga menyampaikan harapannya agar rencana bantuan pembangunan sarana pendidikan dapat terealisasi, meskipun dihadapkan pada kendala lokasi.

